SATU RASA YANG SAMA
27 Februari 2020, dimana saya
memulai perjalanan yang luar biasa menuju MIS Al Khairat yang berada di Dusun
Bololaringi, Desa Bonto Katute, Kec. Sinjai Borong, Kab. Sinjai. Tempat yang
benar – benar terpencil. Berkat komunitas Koin Untuk Negeri saya mendapat
kesempatan untuk melakukan perjalanan yang ekstrim ini.
Pagi itu pertama kali kulihat
raut wajah mereka, adik – adik MIS Al Khairat. Simpul senyuman dan gelak tawa
ceria merupakan kesan pertama yang saya temui dari diri mereka. Seperti
hal magis, hanya dengan melihat mereka saja saya menjadi lebih berenergi dan
bersemangat, rasa kantuk seketika hilang. Tak dipungkiri lagi terkadang mereka
menunjukkan ekspresi menggemaskan terhadap kehadiran kami selaku relawan yang
jelas – jelas orang baru. Ya, terkadang mereka memalingkan wajah sambil sesekali
matanya muncul mengintip dari bilik kelas atau menghiraukan sapaan kami namun
akhirnya justru merajuk meminta kami untuk tinggal lebih lama.
Kondisi geografis lingkungan
sekolah mereka cukup menantang, berada di daerah pegunungan dengan akses jalan
yang masih dalam tahap awal pembangunan. Jalanannya yang terjal dan berkelok –
kelok diiringi tebing di satu sisi dan jurang di sisi lainnya. Ketika musim
hujan, jalanan menjadi berlumpur, banyak genangan di sana sini dan sangat licin
saat dilalui. Hampir semua dari mereka berangkat dan pulang sekolah dengan
jalan kaki. Ada yang rumahnya dekat, ada pula yang harus berjalan selama 30
menit untuk mencapai sekolah.
![]() |
| MIS Al Khairat |
Bayangan saya akan sekolah ideal
nampaknya tak berlaku di sekolah ini. Hati siapa yang tak iba saat mata menatap
ke seluruh kondisi sekolah. Sebagian dinding jebol, meja yang rusak dan
berumur, ruangan kelasnya yang berdebu, kayu – kayunya yang mulai keropos dan
sepertinya tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar dan mengajar.
Pagi hingga sore, kami mendidik
dan melakukan kegiatan yang membuat adik – adik bahagia. Kebetulan, saya
mendapatkan amanah untuk mengajar di kelas inspirasi. Kami memberikan materi
mengenai profesi dan cita – cita. Pengenalan profesi sangat penting bagi adik –
adik. Semakin banyak mengenal aneka profesi, mereka akan semakin memiliki
banyak gambaran tentang mau jadi apa di masa depan. Saya mencoba menjadi role model saat menjelaskan tentang
profesi. Saya mempraktikkan profesi guru saat mengajar, dokter saat mengobati
orang yang sakit, polisi saat sedang mengatur lalu lintas, dan banyak lagi.
Sesekali kami bermain drama
dengan tema profesi. Tak di sangka ternyata adik – adik sangat aktif dan
tertawa lepas karena cerita dramanya yang lucu. Setelah drama selesai, saya
bertanya kepada mereka tentang profesi apa saja yang ada di drama tadi. Sesuai
dengan ekspektasi, mereka semua menjawab dengan benar.
Ada sesi dimana adik – adik wajib
menulis cita – citanya pada karton yang menyerupai bintang. Nantinya bintang
tersebut akan ditempel pada pohon impian yang dipasang di dinding kelas. Saya melihat,
cita – cita mereka tidak jauh berbeda dengan anak – anak kota. Menjadi dokter,
TNI, polisi, guru dan lain – lain. Lantas kami kobarkan semangat mereka, “Dik,
kesuksesan adalah milik semua anak bangsa. Bukan hanya milik mereka yang
bergelimang harta. Kalian berhak meraih cita – cita. Kelak kalau kalian sukses,
ingat bantu untuk kemajuan desa.”
Satu pesan yang pernah
kusampaikan untuk adik – adikku, “Bagaimanapun kondisinya sekarang, adik – adik
punya banyak kesempatan dan jalan untuk menggapai impian. Jangan lupa sholat
dan berdoa karena Allah pasti akan mengabulkannya. Yang kalian lakukan haruslah
berguna bagi diri sendiri dan orang lain.”
Terima kasih sudah mengajari kami
untuk lebih bersyukur, tulus dan lebih ikhlas dalam menebar kebaikan. Karena harapan, keceriaan, semangat untuk
menggapai mimpi tidak dapat dibeli, melainkan ditularkan satu sama lain untuk
maju dan berkembang bersama.
Dari seribu langkah bersama, saya
menemukan satu rasa yang sama, peduli. Seperti kata Najwa Shihab,
“Yang harus dibabat adalah egoisme dan kebencian, yang mesti dirajut ialah solidaritas dan kepedulian.”
Kepada seluruh relawan, semoga
kita tetap istiqomah di jalan perjuangan, tetap bisa berjuang untuk pendidikan
yang lebih baik. Bersama komunitas KUN ataupun tidak semoga kita tetap memiliki
semangat kebaikan berbagi.
Percayalah, ketika kita meringankan beban orang lain, maka Allah akan ringankan
beban kita. Terima kasih telah menyadarkan saya bahwasanya perjuangan yang
penuh kebahagiaan adalah menjadi relawan. Bahagia yang di dapatkan dengan
sederhana tetapi bermakna di hati.
![]() |
Kepada komunitas Koin Untuk Negeri,
terima kasih telah memberi saya
kesempatan untuk melihat kemerdekaan Indonesia dengan lebih dekat. Saya
bersyukur bisa mengenal kalian.
Ohiya, ada satu hal lagi yang
bisa kita lakukan untuk membantu memajukan pendidikan di Indonesia. Apa itu?
Ya, dengan ‘zakat’. Mari ikut menebar kebaikan dengan zakat!
Melalui zakat, banyak sektor yang
bisa diberdayakan salah satunya adalah pendidikan. Masa depan anak bangsa
ditentukan dari kualitas generasi muda saat ini. Dompet Dhuafa hadir sebagai lembaga zakat yang memberikan biaya
pendidikan gratis serta beasiswa kepada siswa tidak mampu namun berprestasi.
Siswa berprestasi hadir dari guru dan sekolah yang berkualitas.
Siapa yang mau melihat negaranya
sendiri maju? Maka dari itu, tidak ada lagi alasan malas mengeluarkan zakat.
Mari bersama membangun bangsa melalui zakat.
#Zakat #KebaikanBerbagi
#MenebarKebaikan #LombaBlogMenebarKebaikan
“Tulisan ini diikutsertakan dalam
Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”
![]() |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar