Rabu, 25 Maret 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Visi Rasulullah SAW (Bagian 1)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Visi Rasulullah SAW (Bagian 1)

Assalamu'alaykum Warohmatullah Wabarokatuh

     How life's guys? semoga baik - baik aja yah, pasti semua pada bosan kan karena cuma #dirumahaja 😃daripada rebahan ga karuan ayukk kita sharing di blog amatiran ini yang mungkin bisa memberikan sedikit informasi keren kepada kalian. 
    Ohiya, sesuai judul artikel di atas kita akan sedikit membahas mengenai penaklukkan Konstantinopel yang telah saya ringkas dari buku Muhammad Al Fatih karya Ust Felix. Cekkiidoottt

       Semua bangunan dalam Islam itu dimulai dari aqidah yaitu tauhid kepada Allah SWT. Maka siapapun yang meyakini Allah SWT tentu memiliki konsekuensi dan konsekuensi paling logis adalah meyakini bahwa Allah SWT menurunkan Rasul-Nya ke dunia untuk memberi tahu kepada manusia bagaimana cara untuk berIslam dengan baik dan bagaimana cara untuk menyembah kepada Allah SWT. Karena itulah bangunan di dalam Islam yang paling utama ada dua yaitu Al - Qur'an dan As Sunnah. Kedua itu merupakan sumber primer daripada ajaran Islam. 

       Sebelum membahas mengenai 29 Mei 1453, kita kembali dulu pada kisah Rasulullah SAW. Islam sangat memandang pentingnya 'visi' dalam kehidupan, pentingnya memiliki tujuan di dalam kehidupan. Andaikan tidak memiliki visi maka manusia akan menjadi manusia yang biasa - biasa saja. Dan Islam sangat mengakui bahwa bagian daripada penguat prestasi yang membuat seseorang hidupnya menjadi spesial di dunia itu karena dia memiliki visi. Visi inilah yang membedakan orang - orang biasa dan orang - orang yang istimewa.

          Kemudian ketika kita berbicara tentang visi, maka tidak ada visi yang ditanamkan lebih besar daripada visi yang ditanamkan oleh Rasulullah SAW. Visi yang diucapkan oleh Rasulullah SAW itu terjadi di tahun 5 H/627 M, berarti ini terpaut sekitar 800 tahun dari zaman Rasulullah SAW menuju kepada zamannya Sultan Muhammad Al Fatih. Ini merupakan salah satu visi Rasulullah yang bisa dieksekusi dengan baik. 

          Rasulullah SAW kala itu berhadapan dengan peradaban Persia di sebelah timur dan peradaban raksasa Romawi yang ada di sebelah barat. Sedangkan beliau membangun peradaban dari 0 di Jazirah Arab yang pada saat itu sama sekali tidak dipandang oleh Persia dan Romawi. Mereka bahkan tidak perlu susah - susah untuk mengerahkan pasukan untuk menaklukkan Jazirah Arab. Kenapa ? karena disana tidak ada sumber daya bahkan tidak ada sesuatu yang penting sehingga dibiarkan begitu saja. Inilah yang terjadi di dunia pada saat itu.

     Ketika Rasulullah SAW masih hidup, maka pusat dunia ada di Konstantinopel. Maka Konstantinopel adalah kota yang paling indah di zamannya. Mengapa? karena di zaman beliau sudah di bangun gereja Haghia Sophia (537 M) yang merupakan pusat daripada kristen orthodoks. Gerejanya sangat besar bahkan menjadi bangunan terbesar dan termewah di dunia pada masanya. Peradabannya jauh sangat berbeda dengan Jazirah Arab. 

           Bisa tidak kita bayangkan Rasulullah SAW masih hidup dan beliau berhadapan dengan kondisi seperti ini ? Ketika orang - orang membahas tentang kota yang terbaik maka mereka pasti menyebut kota Konstantinopel, Roma atau mungkin Al Madait (Ibukota Persia). Tapi dalam kondisi seperti ini, Rasulullah SAW mengucapkan satu hadits yang luar biasa. 

           Dari Abu Qubail, ia berkata : "Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amr bin al-Ash, ia ditanya : "Yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Roma ?", kemudian Abdullah meminta peti kitabnya yang masih tertutup. Abu Qubail berkata : "kemudian ia mengeluarkan sebuah kitab dari padanya. Lalu Abdullah berkata : 'Ketika kami sedang menulis di sekeliling Rasulullah SAW tiba - tiba beliau ditanya : 'Yang manakah diantara dua kota yang akan di taklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?' "Kemudian Rasulullah SAW menjawab: "Kota Heraklius akan ditaklukkan terlebih dahulu, yakni Konstantinopel."

           Menurut Husain hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan terdapat dalam Al-Mustadrak di beberapa tempat. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga disepakati oleh Al-Bani di dalam Silsilah Al Haditsish Shahihah 1/8.

            Yang membuat menarik hadits ini adalah sebuah pertanyaan yang dibahas justru ketika kaum muslimin sedang menghadapi suatu kesulitan yang sangat besar yaitu perang Khandaq atau perang Ahzab. Ya mungkin kalau pada saat itu untuk menaklukkan konstantinopel adalah suatu kemustahilan. Mengapa? Karena yang pertama bahwa mereka sedang dalam kondisi yang sangat terjepit ketika peristiwa Khandaq. Kedua, mereka secara internal tidak cukup mumpuni, tidak memiliki cukup pasukan bahkan tidak bisa mengakses konstantinopel. Ketiga, Konstantinopel terlalu kuat. 

         Bagaimana mungkin bisa menaklukkan Konstantinopel ? ini sangat diragukan, hampir dikatakan tidak mungkin. Tetapi itulah kekuatan visi. Visi adalah sesuatu yang bukan dilihat oleh mata, tetapi sesuatu yang dilihat oleh Iman. Kalau zaman sekarang orang - orang memandang visi adalah bukan dilihat oleh mata tapi dilihat oleh logika. Tapi kaum Muslimin punya penglihatan yang lebih kuat. Mereka melihat dengan keimanan, bukan hanya dengan logika yang terbatas apalagi dengan mata yang super terbatas. Maka inilah yang kekuatan visi yang akhirnya membuat kaum muslimin berprestasi sedemikian rupa lalu kemudian mereka bisa menaklukkan Konstantinopel pada saat yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. 

            Kekuatan visi yang diberikan oleh Rasulullah SAW menjadi sebuah motivasi tanpa henti untuk kelak bagi kaum muslimin meniti jalannya mewujudkan visi tersebut. Janji Allah adalah sebuah kepastian. Di zaman Rasulullah SAW ketika beliau menjanjikan suatu kehebatan atau suatu peristiwa besar kepada kaum muslimin lantas mereka meyakini itu maka mereka berubah menjadi orang - orang yang istimewa yang melakukan hal - hal yang istimewa. Mereka bisa mengubah dunia hanya karena meyakini visi yang diberikan oleh Rasulullah SAW.

         Seorang yang memiliki visi memiliki motivasi lebih besar daripada yang tidak memiliki visi. Kaum Muslimin tidak hanya memiliki visi dunia, tapi mereka dari awal sudah mengucapkan. "Asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna Muhammadurrasulullah" mereka sudah punya visi lebih daripada dunia, yaitu akhirat. Maka visi inilah yang kelak akan memperkuat aktivitas mereka di dunia. Wajar ketika seorang muslim sudah meyakini visi besarnya dia akan bertranformasi menjadi orang yang istimewa karena dia bisa melihat sesuatu dengan Imannya. Wallahu a'lam
Haghia Sophia


          

            REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Sebuah Peradaban Hancur?

Umat Islam pernah memiliki peradaban yang luar biasa selama berabad-abad. Bahkan   peradaban itu tidak bisa disamai oleh bangsa lain. Namun,...