Kamis, 30 April 2020

Satu Rasa yang Sama - Menebar Kebaikan

SATU RASA YANG SAMA

27 Februari 2020, dimana saya memulai perjalanan yang luar biasa menuju MIS Al Khairat yang berada di Dusun Bololaringi, Desa Bonto Katute, Kec. Sinjai Borong, Kab. Sinjai. Tempat yang benar – benar terpencil. Berkat komunitas Koin Untuk Negeri saya mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan yang ekstrim ini.

Pagi itu pertama kali kulihat raut wajah mereka, adik – adik MIS Al Khairat. Simpul senyuman dan gelak tawa ceria merupakan kesan pertama yang saya temui dari diri mereka. Seperti hal magis, hanya dengan melihat mereka saja saya menjadi lebih berenergi dan bersemangat, rasa kantuk seketika hilang. Tak dipungkiri lagi terkadang mereka menunjukkan ekspresi menggemaskan terhadap kehadiran kami selaku relawan yang jelas – jelas orang baru. Ya, terkadang mereka memalingkan wajah sambil sesekali matanya muncul mengintip dari bilik kelas atau menghiraukan sapaan kami namun akhirnya justru merajuk meminta kami untuk tinggal lebih lama.

Kondisi geografis lingkungan sekolah mereka cukup menantang, berada di daerah pegunungan dengan akses jalan yang masih dalam tahap awal pembangunan. Jalanannya yang terjal dan berkelok – kelok diiringi tebing di satu sisi dan jurang di sisi lainnya. Ketika musim hujan, jalanan menjadi berlumpur, banyak genangan di sana sini dan sangat licin saat dilalui. Hampir semua dari mereka berangkat dan pulang sekolah dengan jalan kaki. Ada yang rumahnya dekat, ada pula yang harus berjalan selama 30 menit untuk mencapai sekolah.

MIS Al Khairat

Bayangan saya akan sekolah ideal nampaknya tak berlaku di sekolah ini. Hati siapa yang tak iba saat mata menatap ke seluruh kondisi sekolah. Sebagian dinding jebol, meja yang rusak dan berumur, ruangan kelasnya yang berdebu, kayu – kayunya yang mulai keropos dan sepertinya tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar dan mengajar.

Pagi hingga sore, kami mendidik dan melakukan kegiatan yang membuat adik – adik bahagia. Kebetulan, saya mendapatkan amanah untuk mengajar di kelas inspirasi. Kami memberikan materi mengenai profesi dan cita – cita. Pengenalan profesi sangat penting bagi adik – adik. Semakin banyak mengenal aneka profesi, mereka akan semakin memiliki banyak gambaran tentang mau jadi apa di masa depan. Saya mencoba menjadi role model saat menjelaskan tentang profesi. Saya mempraktikkan profesi guru saat mengajar, dokter saat mengobati orang yang sakit, polisi saat sedang mengatur lalu lintas, dan banyak lagi.


Sesekali kami bermain drama dengan tema profesi. Tak di sangka ternyata adik – adik sangat aktif dan tertawa lepas karena cerita dramanya yang lucu. Setelah drama selesai, saya bertanya kepada mereka tentang profesi apa saja yang ada di drama tadi. Sesuai dengan ekspektasi, mereka semua menjawab dengan benar.

Ada sesi dimana adik – adik wajib menulis cita – citanya pada karton yang menyerupai bintang. Nantinya bintang tersebut akan ditempel pada pohon impian yang dipasang di dinding kelas. Saya melihat, cita – cita mereka tidak jauh berbeda dengan anak – anak kota. Menjadi dokter, TNI, polisi, guru dan lain – lain. Lantas kami kobarkan semangat mereka, “Dik, kesuksesan adalah milik semua anak bangsa. Bukan hanya milik mereka yang bergelimang harta. Kalian berhak meraih cita – cita. Kelak kalau kalian sukses, ingat bantu untuk kemajuan desa.”

Satu pesan yang pernah kusampaikan untuk adik – adikku, “Bagaimanapun kondisinya sekarang, adik – adik punya banyak kesempatan dan jalan untuk menggapai impian. Jangan lupa sholat dan berdoa karena Allah pasti akan mengabulkannya. Yang kalian lakukan haruslah berguna bagi diri sendiri dan orang lain.”

Terima kasih sudah mengajari kami untuk lebih bersyukur, tulus dan lebih ikhlas dalam menebar kebaikan. Karena harapan, keceriaan, semangat untuk menggapai mimpi tidak dapat dibeli, melainkan ditularkan satu sama lain untuk maju dan berkembang bersama.

Dari seribu langkah bersama, saya menemukan satu rasa yang sama, peduli. Seperti kata Najwa Shihab, 
“Yang harus dibabat adalah egoisme dan kebencian, yang mesti dirajut ialah solidaritas dan kepedulian.”
Kepada seluruh relawan, semoga kita tetap istiqomah di jalan perjuangan, tetap bisa berjuang untuk pendidikan yang lebih baik. Bersama komunitas KUN ataupun tidak semoga kita tetap memiliki semangat kebaikan berbagi. Percayalah, ketika kita meringankan beban orang lain, maka Allah akan ringankan beban kita. Terima kasih telah menyadarkan saya bahwasanya perjuangan yang penuh kebahagiaan adalah menjadi relawan. Bahagia yang di dapatkan dengan sederhana tetapi bermakna di hati.



Kepada komunitas Koin Untuk Negeri,
terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk melihat kemerdekaan Indonesia dengan lebih dekat. Saya bersyukur bisa mengenal kalian.

Ohiya, ada satu hal lagi yang bisa kita lakukan untuk membantu memajukan pendidikan di Indonesia. Apa itu? Ya, dengan ‘zakat’. Mari ikut menebar kebaikan dengan zakat! 

Melalui zakat, banyak sektor yang bisa diberdayakan salah satunya adalah pendidikan. Masa depan anak bangsa ditentukan dari kualitas generasi muda saat ini. Dompet Dhuafa hadir sebagai lembaga zakat yang memberikan biaya pendidikan gratis serta beasiswa kepada siswa tidak mampu namun berprestasi. Siswa berprestasi hadir dari guru dan sekolah yang berkualitas.

Siapa yang mau melihat negaranya sendiri maju? Maka dari itu, tidak ada lagi alasan malas mengeluarkan zakat. Mari bersama membangun bangsa melalui zakat.

#Zakat #KebaikanBerbagi #MenebarKebaikan #LombaBlogMenebarKebaikan

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”







Kamis, 23 April 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Bangkitnya Bangsa Turki (Bagian 5)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Bangkitnya Bangsa Turki (Bagian 5)


Berdasarkan peta di atas, zaman dahulu Allah memisahkan daerah utara dan selatan dengan deretan gunung - gunung. Mengapa utara dan selatan dibatasi dengan gunung? Karena di utara ada sesuatu yang berbahaya.

Menurut dalil Israiliyat (berita dari al kitab yang kemudian diceritakan ulang oleh bani Israil, status berita ini disikapi pertengahan) ketika kapal Nabi Nuh as mendarat setelah banjir besar, beliau memiliki 3 anak yang selamat, yaitu Sem, Ham, dan Yafeth.

Sem menurunkan ras Semith yang mendiami wilayah pertengahan dunia. Mencakup Timur Tengah (Syam,Arab,Persia) dan Barat dunia. Keturunan Sam adalah para Nabi dan Rasul seperti Nabi Ibrahim, Daud, Isa dan juga Nabi Muhammad SAW. Umumnya ras semith memiliki kulit yang putih.

Ham menurunkan ras Hamith yang mendiami wilayah sebelah selatan (Afrika). Keturunan Ham adalah para abdi raja. Namun satu keturunan Ham yaitu Kush didoakan oleh Nabi Nuh as sebagai raja. Umumnya ras Hamith memiliki kulit gelap dan hitam.

Yafeth sendiri diberikan wilayah sebelah utara (China, Rusia, Mongoloid) dan Timur dunia. Keturunan Yafeth adalah para raja - raja terdahulu. Dari silsilah ini lahirlah ras Yafetik yang memiliki kulit merah dan coklat.

Kenapa kemudian Allah membatasi wilayah selatan dan utara dengan deretan gunung? supaya orang - orang utara tidak menyerang ke selatan. Ras Yafetik ini menjelma menjadi bangsa yang kuat, gemar berperang dan mempunyai naluri penaklukkan yang kuat. Orang - orang utara ini tinggal di atas gunung, mereka dikatakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits :

"Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian memerangi satu kaum yang sendal - sendal mereka terbuat dari bulu, dan kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, wajahnya merah, hidungnya pesek, wajah - wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit." (HR. Bukhari)

Siapa saja keturunan Yafetik? bangsa China menyebut mereka bangsa Xiongnu, Yunani mengenalnya sebagai bangsa Sos, sedang bangsa Barat menyebutnya sebagai bangsa Simmeria/Schytian. Orang Kristen menyebut raja Yafetik sebagai Gog dan Magog, dan Muslim mengenal mereka sebagai Ya'juj dan Ma'juj. Selain itu, Viking dan Atiladahan juga termasuk keturunan Yafetik.


Allah memperingatkan bahwa Ya'juj dan Ma'juj akan menghancurkan dunia untuk kedua kalinya dan akan muncul dari tempat yang tinggi menjelang menjelang akhir zaman nanti. Rasul SAW menjelaskan Ya'juj dan Ma'juj akan menguasai dunia dan menimbulkan kehancuran yang besar pada bumi. 

Dalam QS. Al Kahfi, diceritakan bahwa Dzulqarnain diminta oleh suatu kaum untuk menutupi celah yang kemudian bisa menjadi tempat menyerangnya Ya'juj dan Ma'juj. Dzulqarnain menghalau Ya'juj dan Ma'juj ke utara dan mengurungnya dengan tembok. Firman Allah SWT menyatakan, tembok besi berlapis tembaga yang takkan hancur sampai akhir zaman ketika mereka kembali. Namun, ketika Dzulqarnain menghalau Ya'juj dan Ma'juj, tertinggallah satu bagian dari mereka. Merekalah bangsa Turki dan Mongol. 


Turki berasal dari kata Taroka - Turika (meninggalkan - ditinggalkan), akhirnya itulah mereka diberi nama bani Turki (orang - orang yang tertinggal).
Rasul SAW pun bersabda, "Biarkanlah bangsa Turk selama mereka membiarkan kalian."
(HR. Abu Daud).  

Rasulullah melarang peperangan terlebih dahulu dengan mereka karena menyadari potensi kekuatan bangsa Turki. Rasulullah SAW memprediksi bahwa sepertiga Turki akan memerangi Muslim, sepertiga yang lain tetap pada agama nenek moyang mereka, dan sepertiga menjadi bagian Muslim. Inilah Turki yang kita kenal sekarang. 

Orang - orang turki (bani oghuz) berasal dari daerah sebelah timur yang sekarang kita kenal dengan nama Xianjiang. Dari Xianjiang kemudian bani oghuz bermigrasi ke arah barat melalui dataran tinggi Siberia ke laut Arab, dan sebagian lagi ke wilayah Rusia. 

Hubungan bangsa Turki dengan dunia Islam terjadi pada tahun 22 H, mereka lebih awal bersentuhan dengan Khulafaurrasyidin. Bangsa Turki memeluk agama Islam dan mereka bergabung dengan barisan mujahidin untuk menyebarkan Islam.

Pada perkembangan selanjutnya, Saljuq bin Duqaq (yang dikenal sebagai seorang pemimpin konfederasi suku - suku Turki yang mengabdi kepada salah seorang Khan di Turkistan)  mempersatukan suku Saljuk. Saljuk bin Duqaq bersama seluruh anggota sukunya pindah dari dataran tinggi Kirghiz (Kazakhstan) ke Jand di provinsi Bukhara, dan mereka mendiami wilayah tersebut atas izin penguasa Dinasti Samaniyah. Disanalah Saljuk menyatakan masuk Islam sekitar tahun 956, kemudian melancarkan serangan - serangan kepada bangsa Turki yang kafir.

Ketika Dinasti Gaznawiyah (367 H/977 M-583 H/1187) mengalahkan Dinasti Samaniyah, Saljuk membebaskan dan memerdekakan diri dan mantap menguasai wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Dinasti Samaniyah. Berdirinya Dinasti Saljuk merupakan pertanda munculnya kekuasaan bangsa Turki di Timur Tengah.

Dalam perkembangan selanjutnya, Dinasti Saljuk di bawah kepemimpinan Thugril Beq berhasil mengalahkan Dinasti Gaznawiyah dan menguasai wilayah - wilayah yang sebelumnya di bawah kekuasaan Dinasti Gaznawiyah. Thugril Beq menduduki jabatan sultan dan secara resmi mendapat pengakuan dari Khalifah Muktashim (Khilafah Abbasiyah di Baghdad). Mukhtashim kemudian merekrut mereka menjadi tentara - tentara yang sangat terlatih dan memberikan mereka wilayah  di perbatasan Abbasiyah. 

Walaupun bani Saljuk lebih kuat daripada orang - orang Abbasiyah, tapi mereka tidak pernah mau melakukan kudeta. Mereka tetap setia dengan khilafah Abbasiyah. Saking banyaknya orang - orang Turki yang direkrut oleh Khalifah Mukhtasim, orang - orang Arab sampai berkata, "Ini adalah kekhilafaan Arab atau kekhilafaan Turki?."

Begitulah Allah mempergilir kekuasaan, bani Turki yang awalnya budak berubah menjadi penguasa - penguasa militer tinggi. Atas perintah Khalifah,  panglima - panglima Turki Saljuk diminta pergi ke ujung barat, perbatasan dengan Byzantium, menjaga Khilafah dari ancaman. Bani Saljuk menjadi penguasa tanah perbatasan, dengan sumpah setia pada Khilafah Abbasiyah mereka membangun kekuasaan di perbatasan. 

Sepeninggal Sultan Thugril Beq, beliau mengangkat keponakannya Alp Arslan menjadi Sultan Saljuk. Pada tahun kedua pemerintahannya, Alp Arslan menduduki sebuah provinsi di Byzantium. Segera setelah itu, ia terlibat dalam pertarungan melawan Byzantium yang menjadi musuh abadinya dalam pertempuran Manzikert. Pertempuran Manzikert antara kekaisaran Byzantium yang dipimpin Kaisar Romanos IV Diogens versus pasukan Saljuk yang dipimpin oleh Alp Arslan terjadi pada tanggal 26 Agustus 1071.

Kaisar Romanos IV mengumpulkan 200.000 pasukan sedangkan Alp Arslan hanya mengumpulkan 20.000 pasukan. Alp Arslan yang hanya menginginkan damai dan setengah hati berperang lalu berkonsultasi dengan ulama. Ulamanya menasehati kepada Alp Arslan, "Berperanglah dengan menggunakan pakaian kain kafan, lalu kamu khutbahlah di depan pasukan mu." Maka Alp Arslan menggunakan kain kafan, pakaiannya semua berwarna putih lalu berkhutbah di hadapan pasukannya.

"Wahai pasukanku, sekarang saya sudah menggunakan kain kafan. Siapa yang mau ikut bersamaku, saya tidak bisa menjanjikanmu apa - apa selain jika kamu mati, kamu akan mati dalam keadaan syahid. Jika kamu mati, kamu akan mati sebagai mujahid. Tidak ada yang kita cari selain itu!". Pasukan Alp Arslan kemudian berkobar semangat berjihadnya.

Dalam pertempuran ini, Imperium Byzantium dapat dikalahkan oleh tentara Saljuk, dan Kaisar Romanos IV ditangkap. Ketika ditawan, Alp Arslan bertanya kepadanya, "Jika kita bertukar tempat. Kira - kira akan kamu apakan saya?" Romanus menjawab, "Saya akan membunuh dan hinakan kamu. Mungkin saya akan seret mayatmu dengan kuda saya.", Alp Arslan mengatakan, "Saya bisa lakukan itu tapi saya akan melakukan sesuatu yang lebih menghinakan dirimu." Alp Arslan mengirimkan pasukannya untuk mengawal Kaisar Romanus IV ini untuk dibebaskan dan dikawal balik ke Konstantinopel dengan bendera "Laa Ilaha Illallah". Sungguh malang nasibnya Romanus, matanya dibutakan oleh rakyatnya sendiri dan dimasukkan ke dalam penjara sampai mati membusuk disana.

Kemenangan Bani Saljuk Atas Imperium Byzantium

Pertempuran Manzikert mempunyai arti penting dan strategis bagi kehancuran Byzantium, dan membuka jalan bagi orang - orang Turki ke Anatolia. Dalam kurun waktu sepuluh tahun sesudah pertempuran tersebut, Saljuk Turki merebut kota Nicaea yang berada di tepi selat Bosphorus, di seberang Konstantinopel, ibukota Imperium Byzantium (Romawi Timur).

Bani Saljuk terkenal dengan Sultan Alp Arslan dan Bani Ayyub terkenal dengan Shalahuddin Al Ayyubi yang merupakan keturunan Yafetik. Keturunan Yafeth yang akhirnya memperkuat Islam. Dengan naluri perang lahiriahnya, Shalahuddin kembali menguasai Al Quds dan Alp Arslan menguasai Asia kecil (Anatolia).

Sungguh panglima - panglima Islam keturunan Turki membela Islam dengan jiwa mereka, menjadikan jihad sebagai prestasi tertinggi. Mereka hidup di atas kuda dan bertamasya dengan jihad, bercanda di bawah bayang - bayang pedang mereka. Dan dengan bangga Muslim Turki menggelari diri mereka sebagai Ghazi (orang yang berperang). Ghazi, ksatria iman begitu mereka menggelari yang paling kuat dan paling berani diantara mereka. Dan salah satu dari keturunan mereka benar - benar akan menjadi pemimpin terbaik sebagaimana bisyarah Rasulullah SAW.

Bersambung...


REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press
Ismail, Faisal. 2017. Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik. Yogyakarta: IRCiSoD



Jumat, 10 April 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Kota Yang Dijanjikan (Bagian 4)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Kota Yang Dijanjikan (Bagian 4)

     Baik teman - teman sekalian kita masih melanjutkan sedikit sharing kita mengenai 29 Mei 1453 dan dipostingan sebelumnya kita sudah sampai pada satu pembahasan bahwa ketika Rasulullah SAW memberikan sebuah visi kepada kaum muslimin ketika perang Khandaq maka beliau menyampaikan tentang kota Konstantinopel dan kota Roma yang kelak akan dibebaskan oleh kaum muslimin walaupun pada waktu itu mereka belum pernah sama sekali melihat seperti apa kota tersebut.

     Pertama kita harus memahami lagi bahwa ketika Rasulullah SAW menjadikan Madinah sebagai pusat perkembangan Islam, beliau diapit oleh dua kekuatan besar yaitu Persia di sebelah Timur dan Romawi yang ada di sebelah Barat. Persia merupakan penguasa dunia pada zamannya. Mereka terus berperang dengan Romawi tapi belakangan mereka semakin lemah.

     Romawi sendiri dikenal sebagai penguasa lautan Mediterania. Lautan tersebut dahulu dikenal sebagai kolam pribadinya orang - orang Romawi dikuasai hampir selama 500 tahun lamanya. Romawi memiliki pasukan laut terhebat di zamannya, kapal - kapalnya dibuat oleh orang - orang Venezia dan Genoa. Mereka menaklukkan wilayah - wilayah lain berlandaskan dengan kapal - kapalnya, termasuk kota Byzantium.

     Byzantium adalah sebuah kota Yunani kuno yang menurut legenda didirikan oleh para warga koloni Yunani dari Magara pada tahun 667 SM dan dinamai menurut raja mereka Byzaz atau Byzantas. Nama Byzantium merupakan latinisasi dari nama asli kota tersebut Byzantion, kota ini kelak menjadi pusat kekaisaran Byzantium (kekaisaran Romawi menjelang dan pada abad pertengahan dengan nama Konstantinopel). Pada tahun 196 M, kota ini dikepung oleh pasukan Romawi dan menderita kerusakan parah. Byzantium kemudian dibangun kembali oleh Septimus Severus, yang pada saat itu telah menjadi kaisar dan dengan segera memulihkan kemakmurannya. Kota Byzantium adalah sebuah kota niaga karena lokasinya yang strategis di satu - satunya pintu masuk ke laut hitam. 

     Lokasi Byzantium menarik perhatian Kaisar Romawi Konstantinus I yang pada tahun 330 M membangun ulang kota itu menjadi Nova Roma (The New Rome). Setelah Konstantinus I mangkat, maka kota ini disebut Konstantinopel (Kota Konstantinus). Kota ini selanjutnya menjadi ibu kota kekaisaran Romawi Timur. 

     Konstantinopel terletak di jalur darat dari Eropa ke Asia dan jalur laut dari Laut Hitam ke laut Mediterania, serta memiliki sebuah pelabuhan yang besar dan mahsyur di Tanduk Emas. Napoleon Bonaparte memujinya dengan mengatakan bahwa, "seandainya dunia adalah sebuah negara, maka Konstantinopel adalah ibukotanya". Konstantinopel dijuluki 'The New Roma'. Tembok - tembok besar mengelilinginya. Jalanannya diperkeras dengan batu porfiri ditambah tiang - tiang marmer yang mengapitnya. Bangunan - bangunan megah yang dibangun dengan marmer bertebaran lengkap dengan monumen kemenangan. 

     Tidak hanya itu, Konstantinus I juga membangun tiruan hipodrom seperti yang ada di Roma. Di hipodrom inilah banyak peristiwa mengagumkan terjadi seperti perkelahian gladiator yang terkenal dan balap kuda/kereta. Ada juga rampasan perang, emas, perak, dan kekayaan melimpah. Obelisk (tugu), bahkan kuda perunggu Alexander terpajang disana. 

Kuda Perunggu Alexander

     Saat membangun Konstantinopel, Konstantin Agung benar - benar membuatnya menjadi kota yang paling diinginkan di seluruh dunia. Konstantin Agung membawa 'semua' budaya Roma ke Konstantinopel termasuk agama Kristen Orthodoks. Mereka membangun gereja - gereja disetiap bukit yang ada di Konstantinopel, mereka menghiasnya dengan batu - batu mulia, merapatkan atap- atapnya sehingga menghalangi panas matahari. Kota ini menjadi kota yang sangat religius. Dikatakan oleh sejarawan, kota ini pada masanya memiliki gereja yang lebih banyak daripada jumlah hari dalam setahun. 

     Sebagai kota yang paling religius, maka dibangun juga gereja Haghia Sophia (Aya Sofya). Gereja ini mengalami tiga kali pembangunan. Pembangunan ketiga terjadi pada tahun 532 M dibangun ulang atas perintah Kaisar Justinianus I dan selesai 5 tahun kemudian. Haghia Sophia merupakan gereja terbesar dan terindah selama hampir 1.000 tahun lamanya. Orang - orang akan dibuat takjub dengan pilar - pilar besar, pintu - pintu, dinding marmer dan segala ornamen di langit - langitnya sehingga orang - orang menjadikan Haghia Sophia sebagai ultimate destinations, sebagai sebuah tujuan paling utama ketika mereka ingin mengalami suatu suasana spiritual sebagai seorang kristen orthodoks.

Hippodrome Square Istanbul - Turki, Arena Balap Kuda Zaman Byzantium

     Kota inilah yang disebut oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya :
Dari Abu Qubail, ia berkata : "Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amr bin al-Ash, ia ditanya : "Yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Roma ?", kemudian Abdullah meminta peti kitabnya yang masih tertutup. Abu Qubail berkata : "kemudian ia mengeluarkan sebuah kitab dari padanya. Lalu Abdullah berkata : 'Ketika kami sedang menulis di sekeliling Rasulullah SAW tiba - tiba beliau ditanya : 'Yang manakah diantara dua kota yang akan di taklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?' "Kemudian Rasulullah SAW menjawab: "Kota Heraklius akan ditaklukkan terlebih dahulu, yakni Konstantinopel."

     Menurut Husain hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan terdapat dalam Al-Mustadrak di beberapa tempat. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga disepakati oleh Al-Bani di dalam Silsilah Al Haditsish Shahihah 1/8.

     Kaum muslimin mulai menguasai kota - kota penting yang berada di pinggir laut Mediterania. Pada zaman khalifah Utsman bin Affan, sahabat Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiallahu'anhu membentuk satu kesatuan pasukan laut dan misi pertama mereka adalah menguasai negeri Qubrus (Siprus) di perairan Mediterania. Maka inilah kali pertama kaum Muslimin memiliki pasukan laut.

     Pertama kali yang mencoba merealisasikan hadits Rasulullah SAW adalah Yazid bin Muawiyah di masa kepemimpinan bapaknya Muawiyah bin Abu Sufyan sehingga pada tahun 674 M mulailah ekspedisi pertama ke kota Konstantinopel. Beliau membawa sejumlah besar pasukan termasuk di dalamnya Abu Ayyub Al Anshari. Di tengah perjalanan Abu Ayyub Al Anshari yang berumur 80 tahun itu sekarat. Sebelum meninggal beliau berwasiat kepada sahabatnya Yazid bin Muawiyah, "Makamkanlah mayatku di kaki terdepan pasukan muslim, sejauh yang kalian mampu agar tunai janjiku pada Rasulullah bahwa aku ingin mendengar gemerincing pedang dan derap kuda penaklukkan Konstantinopel". Yazid bin Muawiyah kemudian memakamkan mayat sahabatnya itu tepat di tembok Konstantinopel. Pengepungan pertama yang dilakukan oleh Yazid bin Muawiyah gagal di depan gerbang benteng Konstantinopel.


     Kemudian pengepungan kedua Konstantinopel dilanjutkan oleh Maslamah bin Abdul Malik pada tahun 717-718 M, Namun beliau juga kalah karena pasukan muslim lumpuh karena penyakit selama musim dingin.

     Allah SWT belum menakdirkan kepada mereka untuk menaklukkan Konstantinopel, rupanya yang Allah takdirkan untuk menaklukkan kota tersebut belum lahir bahkan kaumnya masih dalam proses pembentukan oleh Allah SWT. Merekalah kaum yang kelak nanti akan melahirkan keturunan - keturunan para pahlawan. Siapakah mereka? Merekalah Bani Turk.

Konstantinopel

REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press
Byzantium. (2019, September 17). Di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas. Diakses pada 08:21, September 17, 2019, dari https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Byzantium&oldid=15584106





Bagaimana Sebuah Peradaban Hancur?

Umat Islam pernah memiliki peradaban yang luar biasa selama berabad-abad. Bahkan   peradaban itu tidak bisa disamai oleh bangsa lain. Namun,...