Jumat, 10 April 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Kota Yang Dijanjikan (Bagian 4)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Kota Yang Dijanjikan (Bagian 4)

     Baik teman - teman sekalian kita masih melanjutkan sedikit sharing kita mengenai 29 Mei 1453 dan dipostingan sebelumnya kita sudah sampai pada satu pembahasan bahwa ketika Rasulullah SAW memberikan sebuah visi kepada kaum muslimin ketika perang Khandaq maka beliau menyampaikan tentang kota Konstantinopel dan kota Roma yang kelak akan dibebaskan oleh kaum muslimin walaupun pada waktu itu mereka belum pernah sama sekali melihat seperti apa kota tersebut.

     Pertama kita harus memahami lagi bahwa ketika Rasulullah SAW menjadikan Madinah sebagai pusat perkembangan Islam, beliau diapit oleh dua kekuatan besar yaitu Persia di sebelah Timur dan Romawi yang ada di sebelah Barat. Persia merupakan penguasa dunia pada zamannya. Mereka terus berperang dengan Romawi tapi belakangan mereka semakin lemah.

     Romawi sendiri dikenal sebagai penguasa lautan Mediterania. Lautan tersebut dahulu dikenal sebagai kolam pribadinya orang - orang Romawi dikuasai hampir selama 500 tahun lamanya. Romawi memiliki pasukan laut terhebat di zamannya, kapal - kapalnya dibuat oleh orang - orang Venezia dan Genoa. Mereka menaklukkan wilayah - wilayah lain berlandaskan dengan kapal - kapalnya, termasuk kota Byzantium.

     Byzantium adalah sebuah kota Yunani kuno yang menurut legenda didirikan oleh para warga koloni Yunani dari Magara pada tahun 667 SM dan dinamai menurut raja mereka Byzaz atau Byzantas. Nama Byzantium merupakan latinisasi dari nama asli kota tersebut Byzantion, kota ini kelak menjadi pusat kekaisaran Byzantium (kekaisaran Romawi menjelang dan pada abad pertengahan dengan nama Konstantinopel). Pada tahun 196 M, kota ini dikepung oleh pasukan Romawi dan menderita kerusakan parah. Byzantium kemudian dibangun kembali oleh Septimus Severus, yang pada saat itu telah menjadi kaisar dan dengan segera memulihkan kemakmurannya. Kota Byzantium adalah sebuah kota niaga karena lokasinya yang strategis di satu - satunya pintu masuk ke laut hitam. 

     Lokasi Byzantium menarik perhatian Kaisar Romawi Konstantinus I yang pada tahun 330 M membangun ulang kota itu menjadi Nova Roma (The New Rome). Setelah Konstantinus I mangkat, maka kota ini disebut Konstantinopel (Kota Konstantinus). Kota ini selanjutnya menjadi ibu kota kekaisaran Romawi Timur. 

     Konstantinopel terletak di jalur darat dari Eropa ke Asia dan jalur laut dari Laut Hitam ke laut Mediterania, serta memiliki sebuah pelabuhan yang besar dan mahsyur di Tanduk Emas. Napoleon Bonaparte memujinya dengan mengatakan bahwa, "seandainya dunia adalah sebuah negara, maka Konstantinopel adalah ibukotanya". Konstantinopel dijuluki 'The New Roma'. Tembok - tembok besar mengelilinginya. Jalanannya diperkeras dengan batu porfiri ditambah tiang - tiang marmer yang mengapitnya. Bangunan - bangunan megah yang dibangun dengan marmer bertebaran lengkap dengan monumen kemenangan. 

     Tidak hanya itu, Konstantinus I juga membangun tiruan hipodrom seperti yang ada di Roma. Di hipodrom inilah banyak peristiwa mengagumkan terjadi seperti perkelahian gladiator yang terkenal dan balap kuda/kereta. Ada juga rampasan perang, emas, perak, dan kekayaan melimpah. Obelisk (tugu), bahkan kuda perunggu Alexander terpajang disana. 

Kuda Perunggu Alexander

     Saat membangun Konstantinopel, Konstantin Agung benar - benar membuatnya menjadi kota yang paling diinginkan di seluruh dunia. Konstantin Agung membawa 'semua' budaya Roma ke Konstantinopel termasuk agama Kristen Orthodoks. Mereka membangun gereja - gereja disetiap bukit yang ada di Konstantinopel, mereka menghiasnya dengan batu - batu mulia, merapatkan atap- atapnya sehingga menghalangi panas matahari. Kota ini menjadi kota yang sangat religius. Dikatakan oleh sejarawan, kota ini pada masanya memiliki gereja yang lebih banyak daripada jumlah hari dalam setahun. 

     Sebagai kota yang paling religius, maka dibangun juga gereja Haghia Sophia (Aya Sofya). Gereja ini mengalami tiga kali pembangunan. Pembangunan ketiga terjadi pada tahun 532 M dibangun ulang atas perintah Kaisar Justinianus I dan selesai 5 tahun kemudian. Haghia Sophia merupakan gereja terbesar dan terindah selama hampir 1.000 tahun lamanya. Orang - orang akan dibuat takjub dengan pilar - pilar besar, pintu - pintu, dinding marmer dan segala ornamen di langit - langitnya sehingga orang - orang menjadikan Haghia Sophia sebagai ultimate destinations, sebagai sebuah tujuan paling utama ketika mereka ingin mengalami suatu suasana spiritual sebagai seorang kristen orthodoks.

Hippodrome Square Istanbul - Turki, Arena Balap Kuda Zaman Byzantium

     Kota inilah yang disebut oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya :
Dari Abu Qubail, ia berkata : "Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amr bin al-Ash, ia ditanya : "Yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Roma ?", kemudian Abdullah meminta peti kitabnya yang masih tertutup. Abu Qubail berkata : "kemudian ia mengeluarkan sebuah kitab dari padanya. Lalu Abdullah berkata : 'Ketika kami sedang menulis di sekeliling Rasulullah SAW tiba - tiba beliau ditanya : 'Yang manakah diantara dua kota yang akan di taklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?' "Kemudian Rasulullah SAW menjawab: "Kota Heraklius akan ditaklukkan terlebih dahulu, yakni Konstantinopel."

     Menurut Husain hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan terdapat dalam Al-Mustadrak di beberapa tempat. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga disepakati oleh Al-Bani di dalam Silsilah Al Haditsish Shahihah 1/8.

     Kaum muslimin mulai menguasai kota - kota penting yang berada di pinggir laut Mediterania. Pada zaman khalifah Utsman bin Affan, sahabat Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiallahu'anhu membentuk satu kesatuan pasukan laut dan misi pertama mereka adalah menguasai negeri Qubrus (Siprus) di perairan Mediterania. Maka inilah kali pertama kaum Muslimin memiliki pasukan laut.

     Pertama kali yang mencoba merealisasikan hadits Rasulullah SAW adalah Yazid bin Muawiyah di masa kepemimpinan bapaknya Muawiyah bin Abu Sufyan sehingga pada tahun 674 M mulailah ekspedisi pertama ke kota Konstantinopel. Beliau membawa sejumlah besar pasukan termasuk di dalamnya Abu Ayyub Al Anshari. Di tengah perjalanan Abu Ayyub Al Anshari yang berumur 80 tahun itu sekarat. Sebelum meninggal beliau berwasiat kepada sahabatnya Yazid bin Muawiyah, "Makamkanlah mayatku di kaki terdepan pasukan muslim, sejauh yang kalian mampu agar tunai janjiku pada Rasulullah bahwa aku ingin mendengar gemerincing pedang dan derap kuda penaklukkan Konstantinopel". Yazid bin Muawiyah kemudian memakamkan mayat sahabatnya itu tepat di tembok Konstantinopel. Pengepungan pertama yang dilakukan oleh Yazid bin Muawiyah gagal di depan gerbang benteng Konstantinopel.


     Kemudian pengepungan kedua Konstantinopel dilanjutkan oleh Maslamah bin Abdul Malik pada tahun 717-718 M, Namun beliau juga kalah karena pasukan muslim lumpuh karena penyakit selama musim dingin.

     Allah SWT belum menakdirkan kepada mereka untuk menaklukkan Konstantinopel, rupanya yang Allah takdirkan untuk menaklukkan kota tersebut belum lahir bahkan kaumnya masih dalam proses pembentukan oleh Allah SWT. Merekalah kaum yang kelak nanti akan melahirkan keturunan - keturunan para pahlawan. Siapakah mereka? Merekalah Bani Turk.

Konstantinopel

REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press
Byzantium. (2019, September 17). Di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas. Diakses pada 08:21, September 17, 2019, dari https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Byzantium&oldid=15584106





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Sebuah Peradaban Hancur?

Umat Islam pernah memiliki peradaban yang luar biasa selama berabad-abad. Bahkan   peradaban itu tidak bisa disamai oleh bangsa lain. Namun,...