Jumat, 17 Februari 2023

Bagaimana Sebuah Peradaban Hancur?

Umat Islam pernah memiliki peradaban yang luar biasa selama berabad-abad. Bahkan  peradaban itu tidak bisa disamai oleh bangsa lain. Namun, peradaban itu hancur seperti tak berbekas.

Lalu apa sebab peradaban yang luar biasa itu bisa hilang dan dihancurkan?

Seorang ilmuwan asal Maroko bernama Mahdy Al Manjarah dalam kitab ‘Qimatu Alqiyam’ mengungkapkan sebab utama hancurnya peradaban umat, beliau berkata:

“Kalau kamu mau menghancurkan sebuah peradaban maka cukup dengan merusak tiga pondasi utama masyarakat; keluarga, pendidikan, dan keteladanan.”

Untuk merusak keluarga maka jauhkan peran Ibu dan buatlah agar setiap perempuan tidak mau menjadi ibu rumah tangga.

Untuk merusak tatanan pendidikan maka jauhkanlah peran guru dari masyarakat. Hilangkan kedudukan guru di tengah masyarakat hingga tidak ada lagi yang mau bercita-cita menjadi pendidik.

Untuk merusak keteladanan, maka cukuplah dengan merusak ulama. Cacilah mereka hingga tidak ada yang mau mendengarkan perkataan mereka dan tidak seorang pun yang mau mengikutinya.

Maka apabila kehadiran ibu tidak ada, peran ulama hilang dan keteladanan serta rujukan tidak dianggap penting, lalu siapakah yang akan menghadirkan nilai di masyarakat. Dan saat itulah peradaban akan hancur, sebesar dan sekuat apapun peradaban itu.





Kamis, 30 April 2020

Satu Rasa yang Sama - Menebar Kebaikan

SATU RASA YANG SAMA

27 Februari 2020, dimana saya memulai perjalanan yang luar biasa menuju MIS Al Khairat yang berada di Dusun Bololaringi, Desa Bonto Katute, Kec. Sinjai Borong, Kab. Sinjai. Tempat yang benar – benar terpencil. Berkat komunitas Koin Untuk Negeri saya mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan yang ekstrim ini.

Pagi itu pertama kali kulihat raut wajah mereka, adik – adik MIS Al Khairat. Simpul senyuman dan gelak tawa ceria merupakan kesan pertama yang saya temui dari diri mereka. Seperti hal magis, hanya dengan melihat mereka saja saya menjadi lebih berenergi dan bersemangat, rasa kantuk seketika hilang. Tak dipungkiri lagi terkadang mereka menunjukkan ekspresi menggemaskan terhadap kehadiran kami selaku relawan yang jelas – jelas orang baru. Ya, terkadang mereka memalingkan wajah sambil sesekali matanya muncul mengintip dari bilik kelas atau menghiraukan sapaan kami namun akhirnya justru merajuk meminta kami untuk tinggal lebih lama.

Kondisi geografis lingkungan sekolah mereka cukup menantang, berada di daerah pegunungan dengan akses jalan yang masih dalam tahap awal pembangunan. Jalanannya yang terjal dan berkelok – kelok diiringi tebing di satu sisi dan jurang di sisi lainnya. Ketika musim hujan, jalanan menjadi berlumpur, banyak genangan di sana sini dan sangat licin saat dilalui. Hampir semua dari mereka berangkat dan pulang sekolah dengan jalan kaki. Ada yang rumahnya dekat, ada pula yang harus berjalan selama 30 menit untuk mencapai sekolah.

MIS Al Khairat

Bayangan saya akan sekolah ideal nampaknya tak berlaku di sekolah ini. Hati siapa yang tak iba saat mata menatap ke seluruh kondisi sekolah. Sebagian dinding jebol, meja yang rusak dan berumur, ruangan kelasnya yang berdebu, kayu – kayunya yang mulai keropos dan sepertinya tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar dan mengajar.

Pagi hingga sore, kami mendidik dan melakukan kegiatan yang membuat adik – adik bahagia. Kebetulan, saya mendapatkan amanah untuk mengajar di kelas inspirasi. Kami memberikan materi mengenai profesi dan cita – cita. Pengenalan profesi sangat penting bagi adik – adik. Semakin banyak mengenal aneka profesi, mereka akan semakin memiliki banyak gambaran tentang mau jadi apa di masa depan. Saya mencoba menjadi role model saat menjelaskan tentang profesi. Saya mempraktikkan profesi guru saat mengajar, dokter saat mengobati orang yang sakit, polisi saat sedang mengatur lalu lintas, dan banyak lagi.


Sesekali kami bermain drama dengan tema profesi. Tak di sangka ternyata adik – adik sangat aktif dan tertawa lepas karena cerita dramanya yang lucu. Setelah drama selesai, saya bertanya kepada mereka tentang profesi apa saja yang ada di drama tadi. Sesuai dengan ekspektasi, mereka semua menjawab dengan benar.

Ada sesi dimana adik – adik wajib menulis cita – citanya pada karton yang menyerupai bintang. Nantinya bintang tersebut akan ditempel pada pohon impian yang dipasang di dinding kelas. Saya melihat, cita – cita mereka tidak jauh berbeda dengan anak – anak kota. Menjadi dokter, TNI, polisi, guru dan lain – lain. Lantas kami kobarkan semangat mereka, “Dik, kesuksesan adalah milik semua anak bangsa. Bukan hanya milik mereka yang bergelimang harta. Kalian berhak meraih cita – cita. Kelak kalau kalian sukses, ingat bantu untuk kemajuan desa.”

Satu pesan yang pernah kusampaikan untuk adik – adikku, “Bagaimanapun kondisinya sekarang, adik – adik punya banyak kesempatan dan jalan untuk menggapai impian. Jangan lupa sholat dan berdoa karena Allah pasti akan mengabulkannya. Yang kalian lakukan haruslah berguna bagi diri sendiri dan orang lain.”

Terima kasih sudah mengajari kami untuk lebih bersyukur, tulus dan lebih ikhlas dalam menebar kebaikan. Karena harapan, keceriaan, semangat untuk menggapai mimpi tidak dapat dibeli, melainkan ditularkan satu sama lain untuk maju dan berkembang bersama.

Dari seribu langkah bersama, saya menemukan satu rasa yang sama, peduli. Seperti kata Najwa Shihab, 
“Yang harus dibabat adalah egoisme dan kebencian, yang mesti dirajut ialah solidaritas dan kepedulian.”
Kepada seluruh relawan, semoga kita tetap istiqomah di jalan perjuangan, tetap bisa berjuang untuk pendidikan yang lebih baik. Bersama komunitas KUN ataupun tidak semoga kita tetap memiliki semangat kebaikan berbagi. Percayalah, ketika kita meringankan beban orang lain, maka Allah akan ringankan beban kita. Terima kasih telah menyadarkan saya bahwasanya perjuangan yang penuh kebahagiaan adalah menjadi relawan. Bahagia yang di dapatkan dengan sederhana tetapi bermakna di hati.



Kepada komunitas Koin Untuk Negeri,
terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk melihat kemerdekaan Indonesia dengan lebih dekat. Saya bersyukur bisa mengenal kalian.

Ohiya, ada satu hal lagi yang bisa kita lakukan untuk membantu memajukan pendidikan di Indonesia. Apa itu? Ya, dengan ‘zakat’. Mari ikut menebar kebaikan dengan zakat! 

Melalui zakat, banyak sektor yang bisa diberdayakan salah satunya adalah pendidikan. Masa depan anak bangsa ditentukan dari kualitas generasi muda saat ini. Dompet Dhuafa hadir sebagai lembaga zakat yang memberikan biaya pendidikan gratis serta beasiswa kepada siswa tidak mampu namun berprestasi. Siswa berprestasi hadir dari guru dan sekolah yang berkualitas.

Siapa yang mau melihat negaranya sendiri maju? Maka dari itu, tidak ada lagi alasan malas mengeluarkan zakat. Mari bersama membangun bangsa melalui zakat.

#Zakat #KebaikanBerbagi #MenebarKebaikan #LombaBlogMenebarKebaikan

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”







Kamis, 23 April 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Bangkitnya Bangsa Turki (Bagian 5)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Bangkitnya Bangsa Turki (Bagian 5)


Berdasarkan peta di atas, zaman dahulu Allah memisahkan daerah utara dan selatan dengan deretan gunung - gunung. Mengapa utara dan selatan dibatasi dengan gunung? Karena di utara ada sesuatu yang berbahaya.

Menurut dalil Israiliyat (berita dari al kitab yang kemudian diceritakan ulang oleh bani Israil, status berita ini disikapi pertengahan) ketika kapal Nabi Nuh as mendarat setelah banjir besar, beliau memiliki 3 anak yang selamat, yaitu Sem, Ham, dan Yafeth.

Sem menurunkan ras Semith yang mendiami wilayah pertengahan dunia. Mencakup Timur Tengah (Syam,Arab,Persia) dan Barat dunia. Keturunan Sam adalah para Nabi dan Rasul seperti Nabi Ibrahim, Daud, Isa dan juga Nabi Muhammad SAW. Umumnya ras semith memiliki kulit yang putih.

Ham menurunkan ras Hamith yang mendiami wilayah sebelah selatan (Afrika). Keturunan Ham adalah para abdi raja. Namun satu keturunan Ham yaitu Kush didoakan oleh Nabi Nuh as sebagai raja. Umumnya ras Hamith memiliki kulit gelap dan hitam.

Yafeth sendiri diberikan wilayah sebelah utara (China, Rusia, Mongoloid) dan Timur dunia. Keturunan Yafeth adalah para raja - raja terdahulu. Dari silsilah ini lahirlah ras Yafetik yang memiliki kulit merah dan coklat.

Kenapa kemudian Allah membatasi wilayah selatan dan utara dengan deretan gunung? supaya orang - orang utara tidak menyerang ke selatan. Ras Yafetik ini menjelma menjadi bangsa yang kuat, gemar berperang dan mempunyai naluri penaklukkan yang kuat. Orang - orang utara ini tinggal di atas gunung, mereka dikatakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits :

"Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian memerangi satu kaum yang sendal - sendal mereka terbuat dari bulu, dan kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, wajahnya merah, hidungnya pesek, wajah - wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit." (HR. Bukhari)

Siapa saja keturunan Yafetik? bangsa China menyebut mereka bangsa Xiongnu, Yunani mengenalnya sebagai bangsa Sos, sedang bangsa Barat menyebutnya sebagai bangsa Simmeria/Schytian. Orang Kristen menyebut raja Yafetik sebagai Gog dan Magog, dan Muslim mengenal mereka sebagai Ya'juj dan Ma'juj. Selain itu, Viking dan Atiladahan juga termasuk keturunan Yafetik.


Allah memperingatkan bahwa Ya'juj dan Ma'juj akan menghancurkan dunia untuk kedua kalinya dan akan muncul dari tempat yang tinggi menjelang menjelang akhir zaman nanti. Rasul SAW menjelaskan Ya'juj dan Ma'juj akan menguasai dunia dan menimbulkan kehancuran yang besar pada bumi. 

Dalam QS. Al Kahfi, diceritakan bahwa Dzulqarnain diminta oleh suatu kaum untuk menutupi celah yang kemudian bisa menjadi tempat menyerangnya Ya'juj dan Ma'juj. Dzulqarnain menghalau Ya'juj dan Ma'juj ke utara dan mengurungnya dengan tembok. Firman Allah SWT menyatakan, tembok besi berlapis tembaga yang takkan hancur sampai akhir zaman ketika mereka kembali. Namun, ketika Dzulqarnain menghalau Ya'juj dan Ma'juj, tertinggallah satu bagian dari mereka. Merekalah bangsa Turki dan Mongol. 


Turki berasal dari kata Taroka - Turika (meninggalkan - ditinggalkan), akhirnya itulah mereka diberi nama bani Turki (orang - orang yang tertinggal).
Rasul SAW pun bersabda, "Biarkanlah bangsa Turk selama mereka membiarkan kalian."
(HR. Abu Daud).  

Rasulullah melarang peperangan terlebih dahulu dengan mereka karena menyadari potensi kekuatan bangsa Turki. Rasulullah SAW memprediksi bahwa sepertiga Turki akan memerangi Muslim, sepertiga yang lain tetap pada agama nenek moyang mereka, dan sepertiga menjadi bagian Muslim. Inilah Turki yang kita kenal sekarang. 

Orang - orang turki (bani oghuz) berasal dari daerah sebelah timur yang sekarang kita kenal dengan nama Xianjiang. Dari Xianjiang kemudian bani oghuz bermigrasi ke arah barat melalui dataran tinggi Siberia ke laut Arab, dan sebagian lagi ke wilayah Rusia. 

Hubungan bangsa Turki dengan dunia Islam terjadi pada tahun 22 H, mereka lebih awal bersentuhan dengan Khulafaurrasyidin. Bangsa Turki memeluk agama Islam dan mereka bergabung dengan barisan mujahidin untuk menyebarkan Islam.

Pada perkembangan selanjutnya, Saljuq bin Duqaq (yang dikenal sebagai seorang pemimpin konfederasi suku - suku Turki yang mengabdi kepada salah seorang Khan di Turkistan)  mempersatukan suku Saljuk. Saljuk bin Duqaq bersama seluruh anggota sukunya pindah dari dataran tinggi Kirghiz (Kazakhstan) ke Jand di provinsi Bukhara, dan mereka mendiami wilayah tersebut atas izin penguasa Dinasti Samaniyah. Disanalah Saljuk menyatakan masuk Islam sekitar tahun 956, kemudian melancarkan serangan - serangan kepada bangsa Turki yang kafir.

Ketika Dinasti Gaznawiyah (367 H/977 M-583 H/1187) mengalahkan Dinasti Samaniyah, Saljuk membebaskan dan memerdekakan diri dan mantap menguasai wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Dinasti Samaniyah. Berdirinya Dinasti Saljuk merupakan pertanda munculnya kekuasaan bangsa Turki di Timur Tengah.

Dalam perkembangan selanjutnya, Dinasti Saljuk di bawah kepemimpinan Thugril Beq berhasil mengalahkan Dinasti Gaznawiyah dan menguasai wilayah - wilayah yang sebelumnya di bawah kekuasaan Dinasti Gaznawiyah. Thugril Beq menduduki jabatan sultan dan secara resmi mendapat pengakuan dari Khalifah Muktashim (Khilafah Abbasiyah di Baghdad). Mukhtashim kemudian merekrut mereka menjadi tentara - tentara yang sangat terlatih dan memberikan mereka wilayah  di perbatasan Abbasiyah. 

Walaupun bani Saljuk lebih kuat daripada orang - orang Abbasiyah, tapi mereka tidak pernah mau melakukan kudeta. Mereka tetap setia dengan khilafah Abbasiyah. Saking banyaknya orang - orang Turki yang direkrut oleh Khalifah Mukhtasim, orang - orang Arab sampai berkata, "Ini adalah kekhilafaan Arab atau kekhilafaan Turki?."

Begitulah Allah mempergilir kekuasaan, bani Turki yang awalnya budak berubah menjadi penguasa - penguasa militer tinggi. Atas perintah Khalifah,  panglima - panglima Turki Saljuk diminta pergi ke ujung barat, perbatasan dengan Byzantium, menjaga Khilafah dari ancaman. Bani Saljuk menjadi penguasa tanah perbatasan, dengan sumpah setia pada Khilafah Abbasiyah mereka membangun kekuasaan di perbatasan. 

Sepeninggal Sultan Thugril Beq, beliau mengangkat keponakannya Alp Arslan menjadi Sultan Saljuk. Pada tahun kedua pemerintahannya, Alp Arslan menduduki sebuah provinsi di Byzantium. Segera setelah itu, ia terlibat dalam pertarungan melawan Byzantium yang menjadi musuh abadinya dalam pertempuran Manzikert. Pertempuran Manzikert antara kekaisaran Byzantium yang dipimpin Kaisar Romanos IV Diogens versus pasukan Saljuk yang dipimpin oleh Alp Arslan terjadi pada tanggal 26 Agustus 1071.

Kaisar Romanos IV mengumpulkan 200.000 pasukan sedangkan Alp Arslan hanya mengumpulkan 20.000 pasukan. Alp Arslan yang hanya menginginkan damai dan setengah hati berperang lalu berkonsultasi dengan ulama. Ulamanya menasehati kepada Alp Arslan, "Berperanglah dengan menggunakan pakaian kain kafan, lalu kamu khutbahlah di depan pasukan mu." Maka Alp Arslan menggunakan kain kafan, pakaiannya semua berwarna putih lalu berkhutbah di hadapan pasukannya.

"Wahai pasukanku, sekarang saya sudah menggunakan kain kafan. Siapa yang mau ikut bersamaku, saya tidak bisa menjanjikanmu apa - apa selain jika kamu mati, kamu akan mati dalam keadaan syahid. Jika kamu mati, kamu akan mati sebagai mujahid. Tidak ada yang kita cari selain itu!". Pasukan Alp Arslan kemudian berkobar semangat berjihadnya.

Dalam pertempuran ini, Imperium Byzantium dapat dikalahkan oleh tentara Saljuk, dan Kaisar Romanos IV ditangkap. Ketika ditawan, Alp Arslan bertanya kepadanya, "Jika kita bertukar tempat. Kira - kira akan kamu apakan saya?" Romanus menjawab, "Saya akan membunuh dan hinakan kamu. Mungkin saya akan seret mayatmu dengan kuda saya.", Alp Arslan mengatakan, "Saya bisa lakukan itu tapi saya akan melakukan sesuatu yang lebih menghinakan dirimu." Alp Arslan mengirimkan pasukannya untuk mengawal Kaisar Romanus IV ini untuk dibebaskan dan dikawal balik ke Konstantinopel dengan bendera "Laa Ilaha Illallah". Sungguh malang nasibnya Romanus, matanya dibutakan oleh rakyatnya sendiri dan dimasukkan ke dalam penjara sampai mati membusuk disana.

Kemenangan Bani Saljuk Atas Imperium Byzantium

Pertempuran Manzikert mempunyai arti penting dan strategis bagi kehancuran Byzantium, dan membuka jalan bagi orang - orang Turki ke Anatolia. Dalam kurun waktu sepuluh tahun sesudah pertempuran tersebut, Saljuk Turki merebut kota Nicaea yang berada di tepi selat Bosphorus, di seberang Konstantinopel, ibukota Imperium Byzantium (Romawi Timur).

Bani Saljuk terkenal dengan Sultan Alp Arslan dan Bani Ayyub terkenal dengan Shalahuddin Al Ayyubi yang merupakan keturunan Yafetik. Keturunan Yafeth yang akhirnya memperkuat Islam. Dengan naluri perang lahiriahnya, Shalahuddin kembali menguasai Al Quds dan Alp Arslan menguasai Asia kecil (Anatolia).

Sungguh panglima - panglima Islam keturunan Turki membela Islam dengan jiwa mereka, menjadikan jihad sebagai prestasi tertinggi. Mereka hidup di atas kuda dan bertamasya dengan jihad, bercanda di bawah bayang - bayang pedang mereka. Dan dengan bangga Muslim Turki menggelari diri mereka sebagai Ghazi (orang yang berperang). Ghazi, ksatria iman begitu mereka menggelari yang paling kuat dan paling berani diantara mereka. Dan salah satu dari keturunan mereka benar - benar akan menjadi pemimpin terbaik sebagaimana bisyarah Rasulullah SAW.

Bersambung...


REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press
Ismail, Faisal. 2017. Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik. Yogyakarta: IRCiSoD



Jumat, 10 April 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Kota Yang Dijanjikan (Bagian 4)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Kota Yang Dijanjikan (Bagian 4)

     Baik teman - teman sekalian kita masih melanjutkan sedikit sharing kita mengenai 29 Mei 1453 dan dipostingan sebelumnya kita sudah sampai pada satu pembahasan bahwa ketika Rasulullah SAW memberikan sebuah visi kepada kaum muslimin ketika perang Khandaq maka beliau menyampaikan tentang kota Konstantinopel dan kota Roma yang kelak akan dibebaskan oleh kaum muslimin walaupun pada waktu itu mereka belum pernah sama sekali melihat seperti apa kota tersebut.

     Pertama kita harus memahami lagi bahwa ketika Rasulullah SAW menjadikan Madinah sebagai pusat perkembangan Islam, beliau diapit oleh dua kekuatan besar yaitu Persia di sebelah Timur dan Romawi yang ada di sebelah Barat. Persia merupakan penguasa dunia pada zamannya. Mereka terus berperang dengan Romawi tapi belakangan mereka semakin lemah.

     Romawi sendiri dikenal sebagai penguasa lautan Mediterania. Lautan tersebut dahulu dikenal sebagai kolam pribadinya orang - orang Romawi dikuasai hampir selama 500 tahun lamanya. Romawi memiliki pasukan laut terhebat di zamannya, kapal - kapalnya dibuat oleh orang - orang Venezia dan Genoa. Mereka menaklukkan wilayah - wilayah lain berlandaskan dengan kapal - kapalnya, termasuk kota Byzantium.

     Byzantium adalah sebuah kota Yunani kuno yang menurut legenda didirikan oleh para warga koloni Yunani dari Magara pada tahun 667 SM dan dinamai menurut raja mereka Byzaz atau Byzantas. Nama Byzantium merupakan latinisasi dari nama asli kota tersebut Byzantion, kota ini kelak menjadi pusat kekaisaran Byzantium (kekaisaran Romawi menjelang dan pada abad pertengahan dengan nama Konstantinopel). Pada tahun 196 M, kota ini dikepung oleh pasukan Romawi dan menderita kerusakan parah. Byzantium kemudian dibangun kembali oleh Septimus Severus, yang pada saat itu telah menjadi kaisar dan dengan segera memulihkan kemakmurannya. Kota Byzantium adalah sebuah kota niaga karena lokasinya yang strategis di satu - satunya pintu masuk ke laut hitam. 

     Lokasi Byzantium menarik perhatian Kaisar Romawi Konstantinus I yang pada tahun 330 M membangun ulang kota itu menjadi Nova Roma (The New Rome). Setelah Konstantinus I mangkat, maka kota ini disebut Konstantinopel (Kota Konstantinus). Kota ini selanjutnya menjadi ibu kota kekaisaran Romawi Timur. 

     Konstantinopel terletak di jalur darat dari Eropa ke Asia dan jalur laut dari Laut Hitam ke laut Mediterania, serta memiliki sebuah pelabuhan yang besar dan mahsyur di Tanduk Emas. Napoleon Bonaparte memujinya dengan mengatakan bahwa, "seandainya dunia adalah sebuah negara, maka Konstantinopel adalah ibukotanya". Konstantinopel dijuluki 'The New Roma'. Tembok - tembok besar mengelilinginya. Jalanannya diperkeras dengan batu porfiri ditambah tiang - tiang marmer yang mengapitnya. Bangunan - bangunan megah yang dibangun dengan marmer bertebaran lengkap dengan monumen kemenangan. 

     Tidak hanya itu, Konstantinus I juga membangun tiruan hipodrom seperti yang ada di Roma. Di hipodrom inilah banyak peristiwa mengagumkan terjadi seperti perkelahian gladiator yang terkenal dan balap kuda/kereta. Ada juga rampasan perang, emas, perak, dan kekayaan melimpah. Obelisk (tugu), bahkan kuda perunggu Alexander terpajang disana. 

Kuda Perunggu Alexander

     Saat membangun Konstantinopel, Konstantin Agung benar - benar membuatnya menjadi kota yang paling diinginkan di seluruh dunia. Konstantin Agung membawa 'semua' budaya Roma ke Konstantinopel termasuk agama Kristen Orthodoks. Mereka membangun gereja - gereja disetiap bukit yang ada di Konstantinopel, mereka menghiasnya dengan batu - batu mulia, merapatkan atap- atapnya sehingga menghalangi panas matahari. Kota ini menjadi kota yang sangat religius. Dikatakan oleh sejarawan, kota ini pada masanya memiliki gereja yang lebih banyak daripada jumlah hari dalam setahun. 

     Sebagai kota yang paling religius, maka dibangun juga gereja Haghia Sophia (Aya Sofya). Gereja ini mengalami tiga kali pembangunan. Pembangunan ketiga terjadi pada tahun 532 M dibangun ulang atas perintah Kaisar Justinianus I dan selesai 5 tahun kemudian. Haghia Sophia merupakan gereja terbesar dan terindah selama hampir 1.000 tahun lamanya. Orang - orang akan dibuat takjub dengan pilar - pilar besar, pintu - pintu, dinding marmer dan segala ornamen di langit - langitnya sehingga orang - orang menjadikan Haghia Sophia sebagai ultimate destinations, sebagai sebuah tujuan paling utama ketika mereka ingin mengalami suatu suasana spiritual sebagai seorang kristen orthodoks.

Hippodrome Square Istanbul - Turki, Arena Balap Kuda Zaman Byzantium

     Kota inilah yang disebut oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya :
Dari Abu Qubail, ia berkata : "Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amr bin al-Ash, ia ditanya : "Yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Roma ?", kemudian Abdullah meminta peti kitabnya yang masih tertutup. Abu Qubail berkata : "kemudian ia mengeluarkan sebuah kitab dari padanya. Lalu Abdullah berkata : 'Ketika kami sedang menulis di sekeliling Rasulullah SAW tiba - tiba beliau ditanya : 'Yang manakah diantara dua kota yang akan di taklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?' "Kemudian Rasulullah SAW menjawab: "Kota Heraklius akan ditaklukkan terlebih dahulu, yakni Konstantinopel."

     Menurut Husain hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan terdapat dalam Al-Mustadrak di beberapa tempat. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga disepakati oleh Al-Bani di dalam Silsilah Al Haditsish Shahihah 1/8.

     Kaum muslimin mulai menguasai kota - kota penting yang berada di pinggir laut Mediterania. Pada zaman khalifah Utsman bin Affan, sahabat Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiallahu'anhu membentuk satu kesatuan pasukan laut dan misi pertama mereka adalah menguasai negeri Qubrus (Siprus) di perairan Mediterania. Maka inilah kali pertama kaum Muslimin memiliki pasukan laut.

     Pertama kali yang mencoba merealisasikan hadits Rasulullah SAW adalah Yazid bin Muawiyah di masa kepemimpinan bapaknya Muawiyah bin Abu Sufyan sehingga pada tahun 674 M mulailah ekspedisi pertama ke kota Konstantinopel. Beliau membawa sejumlah besar pasukan termasuk di dalamnya Abu Ayyub Al Anshari. Di tengah perjalanan Abu Ayyub Al Anshari yang berumur 80 tahun itu sekarat. Sebelum meninggal beliau berwasiat kepada sahabatnya Yazid bin Muawiyah, "Makamkanlah mayatku di kaki terdepan pasukan muslim, sejauh yang kalian mampu agar tunai janjiku pada Rasulullah bahwa aku ingin mendengar gemerincing pedang dan derap kuda penaklukkan Konstantinopel". Yazid bin Muawiyah kemudian memakamkan mayat sahabatnya itu tepat di tembok Konstantinopel. Pengepungan pertama yang dilakukan oleh Yazid bin Muawiyah gagal di depan gerbang benteng Konstantinopel.


     Kemudian pengepungan kedua Konstantinopel dilanjutkan oleh Maslamah bin Abdul Malik pada tahun 717-718 M, Namun beliau juga kalah karena pasukan muslim lumpuh karena penyakit selama musim dingin.

     Allah SWT belum menakdirkan kepada mereka untuk menaklukkan Konstantinopel, rupanya yang Allah takdirkan untuk menaklukkan kota tersebut belum lahir bahkan kaumnya masih dalam proses pembentukan oleh Allah SWT. Merekalah kaum yang kelak nanti akan melahirkan keturunan - keturunan para pahlawan. Siapakah mereka? Merekalah Bani Turk.

Konstantinopel

REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press
Byzantium. (2019, September 17). Di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas. Diakses pada 08:21, September 17, 2019, dari https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Byzantium&oldid=15584106





Selasa, 31 Maret 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Janji di Perang Khandaq (Bagian 3)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Janji di Perang Khandaq (Bagian 3)

     Kisah ini agak mundur ke belakang. Terjadi di bulan Syawal tahun 5 H, dua tahun sebelum Rasulullah SAW mengirimkan surat kepada Kaisar Heraklius. Kisah ini digambarkan oleh Allah SWT di dalam QS. Al Ahzab dimana kelak perang ini akan dikenang sebagai salah satu peperangan yang paling sulit dalam Islam, keimanan kaum muslimin diuji, dan akhirnya orang munafik banyak yang memilih mundur, kabur atau malah kufur.

     Yapp perang ini bernama perang Khandaq (parit) atau sering juga disebut perang Ahzab (koalisi) terjadi pada tahun 5 H. Ketika itu kaum quraisy mengumpulkan 10.000 pasukan yang terdiri dari beberapa suku yaitu suku gathofan,qoinuqo,suku nadzir dan suku quraizhah. Dinamakan perang Ahzab karena kaum quraisy bersekutu dengan suku - suku munafik di madinah dan orang - orang yahudi. Mereka mengumpulkan 10.000 pasukan yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah untuk menghancurkan kaum Muslimin dan membunuh Rasulullah SAW. 

     Lalu kemudian ketika mereka mengutus pasukan ini ternyata rencana besar mereka bocor. Yang bocorin siapa? Yah dialah intelijen Rasulullah, Malaikat Jibril as. Jibril as memberi tau kepada Rasulullah bahwa 6 hari lagi akan datang 10.000 pasukan kesini untuk menghancurkan Madinah dan membunuh Muhammad, maka silahkan buat rencana serangan balik.

     Rasulullah kemudian mengumpulkan para sahabatnya. Beliau bertanya, "ada berapa pasukan?" sahabat menjawab, "Kami cuma ada 3.000 Ya Rasulullah".

Secara logika, 10.000 lawan 3.000 yang menang siapa kira - kira? 
Ya, kaum muslimin harus melawan pasukan ahzab  yang jumlahnya 10.000 yang bagi kita logikanya gak mungkin menang. Tapi Rasulullah SAW mengatakan, "Jangan khawatir, jangan putus asa. Apakah ada yang punya ide diantara kalian?". Lalu Salman Al Farisi mengangkat tangan, "Ya Rasulullah saya punya ide, kami dulu di Persia ketika melawan pasukan yang jumlahnya jauh lebih besar maka kami membuat parit dan di parit itulah kemudian kami berlindung. Kami gali tanah kemudian menaruhnya di atas sehingga mendapat tempat yang lebih tinggi. Kami tempatkan pasukan pemanah disana lalu kemudian memanah mereka walaupun kami tidak yakin sekarang bisa menang atau tidak karena perbedaan pasukan terlalu banyak Ya Rasulullah".

    Maka Rasulullah menyetujui usulan tersebut lalu memerintahkan para sahabat untuk membangun parit. Salman Al Farisi yang ahli strategi mengatakan spesifikasi parit tersebut ialah lebar 7 meter, dalamnya 5 meter dan dibuat sepanjang 8 km disebelah selatan Madinah. Parit ini dibuat sedemikian rupa supaya kuda tidak bisa lompat dan kalau jatuh tidak bisa naik lagi. 

  Dikisahkan panasnya luar biasa secara jumlah mereka kalah dan makanannya menurut salah satu riwayat, kaum muslimin disuruh menyelupkan tangannya di air kemudian tangannya yang basah diangkat lalu masukkan ke gandum, maka gandum yang menempel di tangan itulah dijilat untuk kemudian seharian. Wajar saat itu ada orang - orang yang bilang kepada Rasul, "Ya Rasulullah saya mau izin pulang dulu, Istri saya di rumah. Bukankah dalam Islam seorang suami harus mengurus istrinya?" ada juga yang mengatakan, "Ya Rasulullah saya mau pulang, anak - anak saya belum makan. Bukankah tanggung jawab seorang ayah mengurusi anaknya?". Sehingga hanya tersisa 300 orang yang bertahan di parit. Yang bersama Rasulullah pada saat itu hanya ada dua tipe orang. Pertama yang benar - benar beriman dan yang kedua yahudi yang terpaksa.

Loh, kok ada yahudi? disitu memang yahudi licik, mereka mengatakan kepada Rasulullah "Kami akan membantu karena kami warga Madinah". Dan ternyata mereka sudah kongkalikong bersama pasukan ahzab. Mereka mengatakan, "Jika kalian telah datang maka seranglah kaum muslimin dari depan. Kami akan ganggu istri dan anak - anak mereka. Kami akan ancam bunuh dan perkosa sehingga mereka tidak tenang"

اِذْ جَاۤءُوْكُمْ مِّنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ وَاِذْ زَاغَتِ الْاَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوْبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ الظُّنُوْنَا۠ ۗ ﴿الأحزاب : ۱۰﴾

(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah. (QS Al Ahzab : 10)

     Ketika Rasulullah SAW dan para sahabatnya sedang menggali parit, maka dikisahkan ada satu batu yang tidak bisa dihancurkan. Batu tersebut sangat besar. Beberapa sahabat sudah mencoba tapi tidak bisa. Salman Al Farisi kemudian memberitahukan hal ini kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah yang menghancurkannya dengan kapak sebanyak 3 kali dan bertakbir. Setiap kali Rasulullah mengayunkan kapaknya menghantam batu, muncul kilatan cahaya.

     Para sahabat yang keheranan dengan hal ini bertanya, "Kenapa engkau bertakbir dan apa kilatan sinar yang kami lihat tadi?" Rasul menjawab, "Sinar pertama aku diperlihatkan seluruh negeri syam dan negeri barat (Romawi) di tangan ummatku, sinar kedua aku diperlihatkan seluruh wilayah Persia ditangan ummatku, sedangkan sinar ketiga aku diperlihatkan seluruh Yaman ditangan ummatku".

  Saat itu Romawi dan Persia adalah dua bangsa adikuasa. Sudah barang tentu pernyataan Rasulullah ditertawakan Yahudi. Namun sebaliknya dengan para sahabat, mereka sangat gembira dengan pernyataan Rasul. Sambil membayangkan istana putih Romawi dan istana merah Persia mereka kembali melanjutkan penggalian parit, para sahabat kembali bertanya kepada Rasulullah. "Ya Rasulullah, yang mana akan kita taklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?"
"Kotanya Heraklius akan di - futuh (dibuka) terlebih dahulu (konstantinopel)," jawab Rasul. 

 Jawaban Rasul membuat para Yahudi menertawakannya, "Pantas saja muslim gila, pemimpinnya saja gila!".(Sirah Ibnu Hisyam).

 Itulah perbedaan Yahudi dengan kaum Muslimin. Yahudi perlu melihat dahulu baru meyakini, sedangkan kaum muslimin  meyakini lalu melihat. Bisyarah - kabar gembira dari Allah dan RasulNya adalah milik kaum Muslimin yang meyakininya. 

 Rasulullah kemudian melanjutkan, "Konstantinopel pasti akan ditaklukkan kalian, sebaik - baik panglima adalah panglima penaklukkan itu, dan sebaik - baiknya pasukan adalah pasukan itu."

    Perkataan  Rasulullah mengobarkan semangat kaum muslimin mulai dari sahabat, tabi'in,tabiut tabi'in berlomba dalam mencapai gelar mulia 'Al Fatih' - sang penakluk. Diantaranya Abu Ayyub al Ansari sang pemegang bendera perang Nabi (80th), Yazid bin Muawiyah, Harun Ar Rasyid, Sultan Beyazid, Sultan Murad II (Khilafah Abbasiyah). Mereka semua gagal atau gugur di depan gerbang benteng Konstantinopel.

    Abu Ayyub al Ansari yang berumur 80 tahun dan tak pernah absen dalam berjihad kecuali sekali saja. Sangat berharap dapat ikut bergabung ke dalam pasukan yang menaklukkan Konstantinopel. Namun apa daya Allah telah memanggilnya sebelum keinginannya tercapai. Akhirnya Abu Ayyub al Ansari berpesan, "Makamkanlah mayatku di kaki terdepan pasukan muslim... sejauh yang kalian mampu, agar tunai janjiku kepada Rasulullah bahwa aku ingin mendengar gemerincing pedang dan derap kuda penaklukkan Konstantinopel." Yazid bin Muawiyah kemudian memakamkan mayat sahabatnya itu tepat di tembok Konstantinopel.

     Abu Ayyub al Ansari dimakamnya seolah terus menerus memanggil kaum Muslim sejak saat itu, "Mana pemuda muslim? Umurku 80 tahun dan aku terbaring disini!".

    Muslimin mewariskannya kepada generasi ke generasi tentang agungnya janji Rasulullah SAW untuk membebaskan Konstantinopel yang waktu itu adalah kota terbaik di dunia sebagai bagian bahwa Islam akan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.



REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press
     

Kamis, 26 Maret 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Surat Kepada Kaisar (Bagian 2)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Surat Kepada Kaisar (Bagian 2)

     Teman - teman sekalian, kalau kita memahami dunia di zaman dahulu. Benar - benar dunia di zaman dahulu berbeda dengan dunia sekarang. Orang - orang mungkin mengenal peradaban yang paling unggul sekarang adalah Inggris, Amerika, Jerman, ataupun Prancis. Tapi zaman dahulu belum ada yang namanya Inggris, Prancis, Jerman terlebih lagi Amerika. Kalau kita membahas dunia pada zaman Rasulullah SAW maka sesederhana kita bisa membagi dunia itu cuma ada timur dan barat. Barat berarti Romawi dan timur adalah Persia. Romawi dan Persia senantiasa berperang satu sama lain karena memperebutkan wilayah kekuasaan dan secara politis mereka memperebutkan siapa yang dikatakan sebagai penguasa dunia.

     Sebelum turunnya QS. Ar - Rum, bangsa Romawi dikenal sebagai bangsa yang selalu kalah dalam peperangan melawan Persia. Bertahun - tahun lamanya kekalahan harus diterima Romawi yang wilayah kekuasaannya meliputi Konstantinopel, Syam, Mesir dan Afrika. Pertarungan antara dua kekuatan adidaya Romawi dengan Persia menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat Arab khususnya setelah Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Nabi terakhir. Pertarungan antara dua negara adidaya ini menjadi ajang olok - olok antara Quraisy dengan kaum muslimin. Masyarakat jahiliyah Arab senang dengan kekalahan Romawi sebab Romawi adalah bangsa yang memiliki kitab suci seperti halnya kaum muslimin.

الم (1) غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (5) وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (6) يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ (7)

Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedangkan mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. {QS : Ar Rum (1-7)]

     Maka setelah turunnya QS. Ar Rum yang menjelaskan kemenangan bangsa Romawi, kaum muslimin amat percaya diri mengatakan kepada masyarakat quraisy bahwa Romawi akan menjumpai kemenangannya. 

    Abu Bakar Ash Shiddiq berkata "Romawi pasti menang!" lalu di balas oleh Ubay bin Khalaf "Tidak benar." Abu Bakar kemudian membalas "Demi Allah, kamu lebih tidak benar lagi". Akhirnya Ubay bin Khalaf menantang Abu Bakar untuk taruhan (saat itu taruhannya 10 ekor unta). Maka Abu Bakar menerima tantangan itu dan berkata "3 tahun kedepan kita akan lihat Romawi akan menang." Begitu Abu Bakar datang kepada Rasulullah SAW kemudian menyampaikan kisah tentang Ubay bin Khalaf dan taruhannya. Rasulullah SAW mengatakan bahwa "فِي بِضْعِ سِنِينَ". Maksud perkataan Rasulullah SAW ini adalah 3 sampai 9 tahun. Jadi kalimat Bid'i dalam bahasa Arab adalah 3 sampai 9, maka dari itu kemenangan Romawi atas Persia adalah 3 sampai 9 tahun kedepan. Maka Rasulullah SAW meminta kepada Abu Bakar untuk mengubah perjanjiannya kepada Ubay. (perlu diketahui bahwa peristiwa ini terjadi sebelum turun larangan berjudi).
Abu Bakar kembali ke Ubay bin Khalaf untuk meminta diulangi akadnya. Ubay mengejek dengan mengatakan "Apakah kamu menyesal dengan pertaruhan ini?", di jawab oleh Abu Bakar "Tidak! saya akan menaikkan taruhannya menjadi 100 ekor unta tetapi beri saya waktu sampai 9 tahun". 

     Ternyata betul, Orang - orang Romawi kalah total melawan Persia. Tapi setelah beberapa lama yaitu 7 tahun menjelang (629 M) pasukan Romawi menang. Ini membuktikan bahwa ayat selalu tepat. Bahkan ketika semua orang mengatakan tidak mungkin, jika ayat mengatakan IYA maka jawabannya pasti IYA. 
Apa yang membuat Abu Bakar berani bertaruh? padahal bertaruh bukan merupakan karakter dan kebiasaan beliau. Maka sebenarnya Abu Bakar hanya ingin menyampaikan bahwa kitab suci pasti selalu benar. 
Begitu Abu Bakar menang, beliau meminta tebusan 100 ekor unta lalu dibawanya ke Rasulullah SAW. Rasulullah mengatakan "Sedekahkan semuanya". 

    Kebenaran mukjizat Al Qur'an dalam QS Ar Rum terbukti di tahun 6 H/629 M. Ada seorang pahlawan yang muncul ditengah orang - orang Romawi. Dia seorang Kaisar yang memimpin pasukannya lalu kemudian dengan gagah berani memukul mundur pasukan Persia satu persatu dan kembali merebut wilayah - wilayah yang dikuasai Persia. Ia bernama Heraklius. Kemenangan Heraklius bertepatan dengan tahun terjadinya perjanjian Hudaibiyah di Makkah. Sebuah perjanjian damai yang mengisyaratkan kemenangan awal muslimin atas kaum quraisy.

     Setelah kemenangan bangsa Romawi atas Persia, Rasulullah SAW mulai meluaskan dakwahnya, Rasul mengirimkan surat kepada para penguasa di luar wilayah Arab untuk mengenalkan agama Allah SWT. Mesir, Persia, Romawi dan daerah lainnya menjadi negara tujuan dakwah. Namun berbeda dengan sikap  penguasa Persia yang melakukan penolakan terhadap ajakan Rasulullah SAW. Kaisar Heraklius justru ingin menganalisis kebenaran surat tersebut. Nah apa isi suratnya ? 

"Bismillahirrohmanirrohim"
Dari Muhammad, hamba Allah dan utusan - Nya
Kepada Heraklius, Raja Romawi
Salaamun 'alaa manit-taba'al huda, amma ba'du
(Keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, Amma Ba'du)

Saya mengajak Anda dengan seruan Islam. Masuklah Islam, niscaya anda akan selamat. Allah akan memberikan pahala kepadamu dua kali. Jika anda berpaling (tidak menerima) maka anda menanggung semua dosa orang Arisiyin (orang - orang yang kau pimpin).

     Maka saat itu, Heraklius sangat merasa kaget kemudian ia berada dalam kebingungan. Ketika Heraklius sedang berkunjung ke wilayah Syam mengetahui kedatangan kafilah dagang Arab yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Sang kaisar segera memanggil rombongan dagang untuk mendapatkan informasi tentang kenabian Muhammad. Abu Sufyan memiliki nasab terdekat dengan Nabi dan menjawab jujur tiap pertanyaan yang dilontarkan kaisar meski ia belum menjadi muslim. 

     Dari Abdullah bin Abbas:
    Setelah Kaisar Heraklius (Raja Romawi) membaca surat Rasulullah SAW yang ditujukan  kepadanya, ia berkata, "Hadapkan kepadaku salah seorang dari kaum orang yang mengaku Nabi ini. Aku ingin bertanya tentang dia". 

Abdullah bin Abbas melanjutkan:
Abu Sufyan bercerita kepadaku bahwa ia dan orang - orang Quraisy berada di Syam untuk berdagang. Saat itu Rasulullah SAW dan orang - orang Quraisy masih sedang mengikat perjanjian damai. Lalu datanglah utusan Kaisar. Kami pun diundang bertemu raja. Kami masuk menemui kaisar. Kaisar duduk di singgasananya dengan mengenakan mahkota. Dan disekelilingnya terdapat tokoh - tokoh Kerajaan Romawi. 

Kaisar Heraklius berkata kepada penerjemahnya, "Tanyakan pada mereka, siapa yang paling dekat kekerabatannya dengan laki - laki yang mengaku Nabi itu!"
Abu Sufyan berkata, "Akulah orang yang paling dekat hubungan nasab dengannya". 
Ia bertanya, "Seberapa dekat nasabmu dengannya?"
"Dia adalah anak pamanku", jawab Abu Sufyan. "Tidak ada pada rombongan ini seorang pun dari bani Abdi Manaf kecuali aku". Kisahnya.

Kaisar Berkata, "Mendekatlah". Lalu ia memerintahkan rombonganku berada di belakangku. Lalu ia berkata kepada penerjemahnya, "katakan kepada teman - temannya, aku akan menanyai dia tentang laki - laki yang mengaku Nabi itu. Apabila ia bohong, maka katakanlah ia berbohong".
Abu Sufyan berkata, "Demi Allah, kalau bukan karena di cap sebagai pendusta, pasti aku akan berdusta saat ia bertanya tentang nabi itu. Tapi aku malu kebohonganku ini akan diingat jadi ku katakan sebenarnya".

Kemudian kaisar berkata kepada penerjemahnya, "Bagaimana nasab laki - laki itu dikalangan kalian?". "Ia adalah seorang yang memiliki nasab terhormat", jawabku.

"Apakah ada diantara kalian orang yang mengatakan kenabian ini sebelum dia?" tanyanya lagi. "Tidak ada", jawabku.

"Apakah kalian pernah menuduhnya berdusta sebelum ia mengaku Nabi?". "Tidak", jawabku.

"Apakah pengikutnya orang - orang terhormat di kaumnya ataukah orang - orang lemah?". "Pengikutnya adalah orang - orang lemah" jawabku. "Terus bertambah atau berkurang?" tanyanya lagi. "Terus bertambah", jawabku.

"Apakah ada yang murtad dari agamanya setelah mereka memeluknya?". "Tidak ada", jawabku.

"Apakah dia pernah berkhianat ?" tanyanya. "Tidak. Dan kami sekarang sedang berada dalam masa perjanjian damai dengannya, kami tidak tahu apa yang akan dia perbuat". Abu Sufyan bergumam, "Demi Allah, aku tidak dapat menyelipkan kata lain dalam jawaban selain ucapan di atas".

"Apakah ia memerangi kalian dan kalian memeranginya?". "Iya", jawabku. "Bagaimana perang kalian?" tanyanya lebih lanjut. "Perang antara kami dengannya silih berganti. Terkadang dia mengalahkan kami dan terkadang kami mengalahkannya", jawab Abu Sufyan.

"Apa yang diperintahkannya kepada kalian?" Abu Sufyan menjawab, "Ia memerintahkan kami agar menyembah Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Melarang menyembah tuhan - tuhan nenek moyang kami. Memerintahkan sholat, sedekah, menjaga kehormatan diri, memenuhi janji dan menunaikan amanah".

Setelah itu, Kaisar berkata kepada penerjemahnya:
Katakan padanya! Aku bertanya kepadamu tentang nasabnya dan engkau menjawab ia memiliki nasab terhormat. Demikianlah para Nabi. Mereka adalah orang - orang yang memiliki nasab terhormat.

Aku juga bertanya kepadamu, apakah ada sebelum dia orang yang mengatakan demikian (mengaku nabi). Engkau jawab tidak ada. Kalau ada seseorang yang mengaku sebagai nabi sebelum dia. Maka menurutku dia hanya ikut-ikutan saja.

Aku bertanya kepadamu apakah kalian pernah menuduhnya berdusta sebelum ia mengaku nabi. Engkau jawab tidak pernah. Maka aku bisa tahu, tidak mungkin orang yang tidak berdusta atas nama manusia akan berdusta atas nama Allah

Aku bertanya kepadamu apakah nenek moyangnya pernah menjadi raja. Engkau jawab tidak ada. Jika seandainya ada nenek moyangnya yang pernah jadi raja. Maka ia adalah orang yang menginginkan kerajaan nenek moyangnya (kembali ke tangannya).

Aku bertanya kepadamu apakah pengikutnya orang - orang terhormat  atau orang - orang lemah. Engkau jawab pengikutnya adalah orang - orang lemah. Demikian itulah para Nabi.

Aku bertanya kepadamu apakah pengikutnya itu terus bertambah atau berkurang. Engkau jawab terus bertambah. Demikianlah keimanan sehingga ia bisa sempurna.

Aku bertanya kepadamu apakah ada yang murtad salah seorang pengikutnya setelah memeluk agamanya. Engkau jawab tidak ada. Memang demikianlah keimanan keetika cahanya telah menyentuh hati, Tidak seorang pun membencinya.

Aku bertanya kepadamu apakah ia pernah berkhianat. Engkau jawab tidak pernah. Memang para Nabi tidak akan berkhianat.

Aku bertanya kepadamu tentang ia memerangi kalian dan kalian memeranginya. Engkau jawab demikianlah keadaannya. Peperangan antara kalian dengannya kadang dia yang menang dan kadang kalian yang menang. Begitulah para nabi. Mereka senantiasa diuji. Namun pada akhirnya merekalah yang akan menang.

Aku bertanya apa yang ia serukan. Engkau katakan ia memerintahkan agar menyembah Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Melarang menyembah tuhan-tuhan nenek moyang kalian. Memerintahkan sholat, sedekah, menjaga kehormatan diri, memenuhi janji dan menunaikan amanah. Inilah sifat seorang Nabi. Aku telah mengetahui bahwa ia akan diutus. Hanya saja aku tidak menyangka dari bangsa kalian.

Jika apa yang kalian katakan benar, maka ia akan menguasai tempat kedua kakiku berpijak ini. Dan seandainya aku tahu bahwa aku akan setia kepadanya, niscaya aku pasti akan senang bertemu dengannya. Kalau aku berada di sisinya, pasti akan aku cuci kedua kakinya.

(Al Anwar fi Syama-il an-Nabi al-Muhktar, Bab Alamat Nubuwatihi Shollallahu Alaihi wasallam, Hadits No:36).

     Tapi seolah tidak ada jalan lain bagi Heraklius sebagai bangsa yang besar dan baru saja memperoleh kemenangan tak mungkin bagi kaisar untuk menyerahkan wilayahnya kepada muslimin. Selain khawatir wibawanya akan jatuh hal tersebut tentu akan mengundang kemarahan rakyatnya. Maka kaisar Heraklius yang sudah paham akan kenabian Muhammad SAW memilih untuk menolak Hidayah Islam daripada meninggakan kekuasaannya. Beliau menolak dengan sikap santun dan penuh kelembutan serta membalas kebaikan Rasulullah SAW dengan mengirimkan hadiah yang begitu banyak bagi kaum muslimin di Madinah. Heraklius mengatakan kepada Dihya bin Khalifah al- Kalbi ra (utusan Rasulullah SAW kepada Heraklius), "Kalau bukan karena kerajaanku maka aku akan datang ke Madinah untuk aku cuci kakinya (Muhammad)".

     Rasul SAW membalas kebaikan beliau dengan mendoakan Heraklius "Semoga Allah mengabadikan kerajaannya". Dan terbukti, doa ini berbeda dengan doa Nabi kepada raja Persia, Kisra yang ketika itu merobek  - robek surat Nabi, maka Nabi mendoakan "Semoga Allah merobek - robek kerajaannya". Maka begitu kaum muslimin menaklukkan Persia, maka tak satupun kota tersisa. Tetapi Romawi semua wilayahnya bisa diambil kaum muslimin tetapi masih tersisa satu yaitu Konstantinopel.

Surat yang diduga dikirim oleh Nabi Muhammad SAW kepada Heraklius. Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Surat-surat_Muhammad_untuk_kepala_negara



REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press
    
     

     

Rabu, 25 Maret 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Visi Rasulullah SAW (Bagian 1)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Visi Rasulullah SAW (Bagian 1)

Assalamu'alaykum Warohmatullah Wabarokatuh

     How life's guys? semoga baik - baik aja yah, pasti semua pada bosan kan karena cuma #dirumahaja 😃daripada rebahan ga karuan ayukk kita sharing di blog amatiran ini yang mungkin bisa memberikan sedikit informasi keren kepada kalian. 
    Ohiya, sesuai judul artikel di atas kita akan sedikit membahas mengenai penaklukkan Konstantinopel yang telah saya ringkas dari buku Muhammad Al Fatih karya Ust Felix. Cekkiidoottt

       Semua bangunan dalam Islam itu dimulai dari aqidah yaitu tauhid kepada Allah SWT. Maka siapapun yang meyakini Allah SWT tentu memiliki konsekuensi dan konsekuensi paling logis adalah meyakini bahwa Allah SWT menurunkan Rasul-Nya ke dunia untuk memberi tahu kepada manusia bagaimana cara untuk berIslam dengan baik dan bagaimana cara untuk menyembah kepada Allah SWT. Karena itulah bangunan di dalam Islam yang paling utama ada dua yaitu Al - Qur'an dan As Sunnah. Kedua itu merupakan sumber primer daripada ajaran Islam. 

       Sebelum membahas mengenai 29 Mei 1453, kita kembali dulu pada kisah Rasulullah SAW. Islam sangat memandang pentingnya 'visi' dalam kehidupan, pentingnya memiliki tujuan di dalam kehidupan. Andaikan tidak memiliki visi maka manusia akan menjadi manusia yang biasa - biasa saja. Dan Islam sangat mengakui bahwa bagian daripada penguat prestasi yang membuat seseorang hidupnya menjadi spesial di dunia itu karena dia memiliki visi. Visi inilah yang membedakan orang - orang biasa dan orang - orang yang istimewa.

          Kemudian ketika kita berbicara tentang visi, maka tidak ada visi yang ditanamkan lebih besar daripada visi yang ditanamkan oleh Rasulullah SAW. Visi yang diucapkan oleh Rasulullah SAW itu terjadi di tahun 5 H/627 M, berarti ini terpaut sekitar 800 tahun dari zaman Rasulullah SAW menuju kepada zamannya Sultan Muhammad Al Fatih. Ini merupakan salah satu visi Rasulullah yang bisa dieksekusi dengan baik. 

          Rasulullah SAW kala itu berhadapan dengan peradaban Persia di sebelah timur dan peradaban raksasa Romawi yang ada di sebelah barat. Sedangkan beliau membangun peradaban dari 0 di Jazirah Arab yang pada saat itu sama sekali tidak dipandang oleh Persia dan Romawi. Mereka bahkan tidak perlu susah - susah untuk mengerahkan pasukan untuk menaklukkan Jazirah Arab. Kenapa ? karena disana tidak ada sumber daya bahkan tidak ada sesuatu yang penting sehingga dibiarkan begitu saja. Inilah yang terjadi di dunia pada saat itu.

     Ketika Rasulullah SAW masih hidup, maka pusat dunia ada di Konstantinopel. Maka Konstantinopel adalah kota yang paling indah di zamannya. Mengapa? karena di zaman beliau sudah di bangun gereja Haghia Sophia (537 M) yang merupakan pusat daripada kristen orthodoks. Gerejanya sangat besar bahkan menjadi bangunan terbesar dan termewah di dunia pada masanya. Peradabannya jauh sangat berbeda dengan Jazirah Arab. 

           Bisa tidak kita bayangkan Rasulullah SAW masih hidup dan beliau berhadapan dengan kondisi seperti ini ? Ketika orang - orang membahas tentang kota yang terbaik maka mereka pasti menyebut kota Konstantinopel, Roma atau mungkin Al Madait (Ibukota Persia). Tapi dalam kondisi seperti ini, Rasulullah SAW mengucapkan satu hadits yang luar biasa. 

           Dari Abu Qubail, ia berkata : "Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amr bin al-Ash, ia ditanya : "Yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Roma ?", kemudian Abdullah meminta peti kitabnya yang masih tertutup. Abu Qubail berkata : "kemudian ia mengeluarkan sebuah kitab dari padanya. Lalu Abdullah berkata : 'Ketika kami sedang menulis di sekeliling Rasulullah SAW tiba - tiba beliau ditanya : 'Yang manakah diantara dua kota yang akan di taklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?' "Kemudian Rasulullah SAW menjawab: "Kota Heraklius akan ditaklukkan terlebih dahulu, yakni Konstantinopel."

           Menurut Husain hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan terdapat dalam Al-Mustadrak di beberapa tempat. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga disepakati oleh Al-Bani di dalam Silsilah Al Haditsish Shahihah 1/8.

            Yang membuat menarik hadits ini adalah sebuah pertanyaan yang dibahas justru ketika kaum muslimin sedang menghadapi suatu kesulitan yang sangat besar yaitu perang Khandaq atau perang Ahzab. Ya mungkin kalau pada saat itu untuk menaklukkan konstantinopel adalah suatu kemustahilan. Mengapa? Karena yang pertama bahwa mereka sedang dalam kondisi yang sangat terjepit ketika peristiwa Khandaq. Kedua, mereka secara internal tidak cukup mumpuni, tidak memiliki cukup pasukan bahkan tidak bisa mengakses konstantinopel. Ketiga, Konstantinopel terlalu kuat. 

         Bagaimana mungkin bisa menaklukkan Konstantinopel ? ini sangat diragukan, hampir dikatakan tidak mungkin. Tetapi itulah kekuatan visi. Visi adalah sesuatu yang bukan dilihat oleh mata, tetapi sesuatu yang dilihat oleh Iman. Kalau zaman sekarang orang - orang memandang visi adalah bukan dilihat oleh mata tapi dilihat oleh logika. Tapi kaum Muslimin punya penglihatan yang lebih kuat. Mereka melihat dengan keimanan, bukan hanya dengan logika yang terbatas apalagi dengan mata yang super terbatas. Maka inilah yang kekuatan visi yang akhirnya membuat kaum muslimin berprestasi sedemikian rupa lalu kemudian mereka bisa menaklukkan Konstantinopel pada saat yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. 

            Kekuatan visi yang diberikan oleh Rasulullah SAW menjadi sebuah motivasi tanpa henti untuk kelak bagi kaum muslimin meniti jalannya mewujudkan visi tersebut. Janji Allah adalah sebuah kepastian. Di zaman Rasulullah SAW ketika beliau menjanjikan suatu kehebatan atau suatu peristiwa besar kepada kaum muslimin lantas mereka meyakini itu maka mereka berubah menjadi orang - orang yang istimewa yang melakukan hal - hal yang istimewa. Mereka bisa mengubah dunia hanya karena meyakini visi yang diberikan oleh Rasulullah SAW.

         Seorang yang memiliki visi memiliki motivasi lebih besar daripada yang tidak memiliki visi. Kaum Muslimin tidak hanya memiliki visi dunia, tapi mereka dari awal sudah mengucapkan. "Asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna Muhammadurrasulullah" mereka sudah punya visi lebih daripada dunia, yaitu akhirat. Maka visi inilah yang kelak akan memperkuat aktivitas mereka di dunia. Wajar ketika seorang muslim sudah meyakini visi besarnya dia akan bertranformasi menjadi orang yang istimewa karena dia bisa melihat sesuatu dengan Imannya. Wallahu a'lam
Haghia Sophia


          

            REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press

Minggu, 01 Maret 2020

Relawan Pendidikan di Pelosok Negeri

Komunitas Koin Untuk Negeri, Sekolah Jejak Nusantara Relawan Ang. XXI

Tetap semangat dan jangan putus asa!
By Dedy Rizallul A.

Senyum sumringah itu masih terukir jelas pada wajah adik-adik di sana walaupun kegiatan mengajar sudah usai.

27 Februari 2020, dimana saya memulai perjalanan luar biasa menuju Desa Bonto Katute, Dusun Bololaringi Kec. Sinjai Borong Kab. Sinjai. Desa yang amat terpencil. Bisa di bilang perjalanan menuju ke desa itu cukup ekstrim. Jarak yang di tempuh dengan berkendara selama kurang lebih 6 jam dengan medan jalan tanah merah berlumpur mengharuskan perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 3 jam lamanya. 

"Mendaki gunung lewati lembah.. 🎼" adalah potongan lirik lagu yang selalu menemani perjalanan ini, entah itu judulnya apa hahaha, Tapi lirik itu bisa mendeskripsikan perjalanan ini.

Kami harus melewati jalan terjal, rusak dan berlumpur. Jalanan yang di‘awasi’ jurang cukup dalam. Hanya satu jalur jalan ada di sini. Rasa takut dan khawatir pastinya terbesit di hati. Juga harap-harap cemas karena kami berjalan pada malam hari untuk menuju ke desa ini. Alhamdulillah sekitar jam 10 malam akhirnya sampai juga di desa tersebut.

Keesokan harinya, rasa lelah karena perjalanan cukup jauh hilang sirna sudah dari para relawan setelah melihat wajah gemas dan semangat adik-adik. Wajah-wajah yang tak sabar untuk memulai pelajaran. Adik - adik di SD Al Khayrat ini berjumlah sekitar 24 orang. Kebayangkan betapa terpencilnya tempat ini?

MIS Al Khayrat, Desa Bonto Katute, Dusun Bololaringi Kec. Sinjai Borong Kab. Sinjai
Di desa Bonto Katute hanya memiliki satu sekolah itupun hanya terdiri dari satu bangunan yang dalamnya sudah terbagi dari tingkatan kelas 1 - 6 SD.
Saat melihat realita di depan mata semua yang ada hanyalah rasa iba, prihatin, dan selebihnya tanpa kata. Dengan sekolah cukup berdebu, kayu - kayu yang mulai keropos dan sepertinya tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar dan mengajar.
Hati siapa yang tak iba dan sedih saat mata menatap ke seluruh kondisi ruangan kelas. Sebagian dinding jebol, meja rusak dan berumur.

Kami beberapa kali bertanya ke adik - adik mengenai kehidupan mereka. Banyak ragam cerita di sini. Ada yang terdengar lucu namun selebihnya adalah cerita sedih yang terlontar dari adik-adik di sana.
Anak-anak kecil polos nan lugu itu bercerita tentang bagaimana kondisi dan situasi mereka di rumah. Beberapa dari mereka menempuh jarak cukup jauh untuk menuju ke sekolah dengan menggunakan seragam 'seadanya'. Begitu hebatnya mereka mengejar ilmu walau dengan kondisi tidak memadai. Ada sebagian murid yang sudah harus bekerja mencari kayu bakar bersama orang tuanya hanya untuk memenuhi rasa perut yang lapar. Cerita-cerita dari merekalah yang setidaknya membuka pikiran dan menyentuh hati para relawan Komunitas Koin Untuk Negeri.

Ada sesi di mana adik-adik wajib menulis impiannya pada kertas yang menyerupai bentuk bintang yang telah disiapkan oleh kelas inspirasi. Nantinya bintang tersebut akan ditempel di “pohon impian” yang di pasang di dinding.

Salah satu adik di desa ini bernama Iqbal, dia anak yang hiperaktif dan memiliki impian untuk menjadi seorang Astronot. Ada juga adik Ammar yang bercita - cita menjadi seorang Polisi. Alhamdulillah sebagian besar dari mereka telah memiliki impian yang tinggi.
itulah anak-anak, tak ada habisnya jika berbicara tentang rasa semangat.

Bagi Relawan komunitaskun , Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang - orang adalah tujuan mereka sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad).

Cara bahagia itu bisa di dapat kapan saja dan dimana saja. Dan ini adalah caraku bahagia, Bahagia yang di dapatkan dengan sederhana tetapi bermakna di hati.


Tetap Semangat dan jangan putus asa, assek!
Terima kasih juga kakak - kakak yang telah membersamai perjalanan ini. Barokallah fiikum 🙏 


Kegiatan Belajar Mengajar di SD Al Khayrat

Me and Ammar

Bagaimana Sebuah Peradaban Hancur?

Umat Islam pernah memiliki peradaban yang luar biasa selama berabad-abad. Bahkan   peradaban itu tidak bisa disamai oleh bangsa lain. Namun,...