Selasa, 31 Maret 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Janji di Perang Khandaq (Bagian 3)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Janji di Perang Khandaq (Bagian 3)

     Kisah ini agak mundur ke belakang. Terjadi di bulan Syawal tahun 5 H, dua tahun sebelum Rasulullah SAW mengirimkan surat kepada Kaisar Heraklius. Kisah ini digambarkan oleh Allah SWT di dalam QS. Al Ahzab dimana kelak perang ini akan dikenang sebagai salah satu peperangan yang paling sulit dalam Islam, keimanan kaum muslimin diuji, dan akhirnya orang munafik banyak yang memilih mundur, kabur atau malah kufur.

     Yapp perang ini bernama perang Khandaq (parit) atau sering juga disebut perang Ahzab (koalisi) terjadi pada tahun 5 H. Ketika itu kaum quraisy mengumpulkan 10.000 pasukan yang terdiri dari beberapa suku yaitu suku gathofan,qoinuqo,suku nadzir dan suku quraizhah. Dinamakan perang Ahzab karena kaum quraisy bersekutu dengan suku - suku munafik di madinah dan orang - orang yahudi. Mereka mengumpulkan 10.000 pasukan yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah untuk menghancurkan kaum Muslimin dan membunuh Rasulullah SAW. 

     Lalu kemudian ketika mereka mengutus pasukan ini ternyata rencana besar mereka bocor. Yang bocorin siapa? Yah dialah intelijen Rasulullah, Malaikat Jibril as. Jibril as memberi tau kepada Rasulullah bahwa 6 hari lagi akan datang 10.000 pasukan kesini untuk menghancurkan Madinah dan membunuh Muhammad, maka silahkan buat rencana serangan balik.

     Rasulullah kemudian mengumpulkan para sahabatnya. Beliau bertanya, "ada berapa pasukan?" sahabat menjawab, "Kami cuma ada 3.000 Ya Rasulullah".

Secara logika, 10.000 lawan 3.000 yang menang siapa kira - kira? 
Ya, kaum muslimin harus melawan pasukan ahzab  yang jumlahnya 10.000 yang bagi kita logikanya gak mungkin menang. Tapi Rasulullah SAW mengatakan, "Jangan khawatir, jangan putus asa. Apakah ada yang punya ide diantara kalian?". Lalu Salman Al Farisi mengangkat tangan, "Ya Rasulullah saya punya ide, kami dulu di Persia ketika melawan pasukan yang jumlahnya jauh lebih besar maka kami membuat parit dan di parit itulah kemudian kami berlindung. Kami gali tanah kemudian menaruhnya di atas sehingga mendapat tempat yang lebih tinggi. Kami tempatkan pasukan pemanah disana lalu kemudian memanah mereka walaupun kami tidak yakin sekarang bisa menang atau tidak karena perbedaan pasukan terlalu banyak Ya Rasulullah".

    Maka Rasulullah menyetujui usulan tersebut lalu memerintahkan para sahabat untuk membangun parit. Salman Al Farisi yang ahli strategi mengatakan spesifikasi parit tersebut ialah lebar 7 meter, dalamnya 5 meter dan dibuat sepanjang 8 km disebelah selatan Madinah. Parit ini dibuat sedemikian rupa supaya kuda tidak bisa lompat dan kalau jatuh tidak bisa naik lagi. 

  Dikisahkan panasnya luar biasa secara jumlah mereka kalah dan makanannya menurut salah satu riwayat, kaum muslimin disuruh menyelupkan tangannya di air kemudian tangannya yang basah diangkat lalu masukkan ke gandum, maka gandum yang menempel di tangan itulah dijilat untuk kemudian seharian. Wajar saat itu ada orang - orang yang bilang kepada Rasul, "Ya Rasulullah saya mau izin pulang dulu, Istri saya di rumah. Bukankah dalam Islam seorang suami harus mengurus istrinya?" ada juga yang mengatakan, "Ya Rasulullah saya mau pulang, anak - anak saya belum makan. Bukankah tanggung jawab seorang ayah mengurusi anaknya?". Sehingga hanya tersisa 300 orang yang bertahan di parit. Yang bersama Rasulullah pada saat itu hanya ada dua tipe orang. Pertama yang benar - benar beriman dan yang kedua yahudi yang terpaksa.

Loh, kok ada yahudi? disitu memang yahudi licik, mereka mengatakan kepada Rasulullah "Kami akan membantu karena kami warga Madinah". Dan ternyata mereka sudah kongkalikong bersama pasukan ahzab. Mereka mengatakan, "Jika kalian telah datang maka seranglah kaum muslimin dari depan. Kami akan ganggu istri dan anak - anak mereka. Kami akan ancam bunuh dan perkosa sehingga mereka tidak tenang"

اِذْ جَاۤءُوْكُمْ مِّنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ وَاِذْ زَاغَتِ الْاَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوْبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ الظُّنُوْنَا۠ ۗ ﴿الأحزاب : ۱۰﴾

(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah. (QS Al Ahzab : 10)

     Ketika Rasulullah SAW dan para sahabatnya sedang menggali parit, maka dikisahkan ada satu batu yang tidak bisa dihancurkan. Batu tersebut sangat besar. Beberapa sahabat sudah mencoba tapi tidak bisa. Salman Al Farisi kemudian memberitahukan hal ini kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah yang menghancurkannya dengan kapak sebanyak 3 kali dan bertakbir. Setiap kali Rasulullah mengayunkan kapaknya menghantam batu, muncul kilatan cahaya.

     Para sahabat yang keheranan dengan hal ini bertanya, "Kenapa engkau bertakbir dan apa kilatan sinar yang kami lihat tadi?" Rasul menjawab, "Sinar pertama aku diperlihatkan seluruh negeri syam dan negeri barat (Romawi) di tangan ummatku, sinar kedua aku diperlihatkan seluruh wilayah Persia ditangan ummatku, sedangkan sinar ketiga aku diperlihatkan seluruh Yaman ditangan ummatku".

  Saat itu Romawi dan Persia adalah dua bangsa adikuasa. Sudah barang tentu pernyataan Rasulullah ditertawakan Yahudi. Namun sebaliknya dengan para sahabat, mereka sangat gembira dengan pernyataan Rasul. Sambil membayangkan istana putih Romawi dan istana merah Persia mereka kembali melanjutkan penggalian parit, para sahabat kembali bertanya kepada Rasulullah. "Ya Rasulullah, yang mana akan kita taklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?"
"Kotanya Heraklius akan di - futuh (dibuka) terlebih dahulu (konstantinopel)," jawab Rasul. 

 Jawaban Rasul membuat para Yahudi menertawakannya, "Pantas saja muslim gila, pemimpinnya saja gila!".(Sirah Ibnu Hisyam).

 Itulah perbedaan Yahudi dengan kaum Muslimin. Yahudi perlu melihat dahulu baru meyakini, sedangkan kaum muslimin  meyakini lalu melihat. Bisyarah - kabar gembira dari Allah dan RasulNya adalah milik kaum Muslimin yang meyakininya. 

 Rasulullah kemudian melanjutkan, "Konstantinopel pasti akan ditaklukkan kalian, sebaik - baik panglima adalah panglima penaklukkan itu, dan sebaik - baiknya pasukan adalah pasukan itu."

    Perkataan  Rasulullah mengobarkan semangat kaum muslimin mulai dari sahabat, tabi'in,tabiut tabi'in berlomba dalam mencapai gelar mulia 'Al Fatih' - sang penakluk. Diantaranya Abu Ayyub al Ansari sang pemegang bendera perang Nabi (80th), Yazid bin Muawiyah, Harun Ar Rasyid, Sultan Beyazid, Sultan Murad II (Khilafah Abbasiyah). Mereka semua gagal atau gugur di depan gerbang benteng Konstantinopel.

    Abu Ayyub al Ansari yang berumur 80 tahun dan tak pernah absen dalam berjihad kecuali sekali saja. Sangat berharap dapat ikut bergabung ke dalam pasukan yang menaklukkan Konstantinopel. Namun apa daya Allah telah memanggilnya sebelum keinginannya tercapai. Akhirnya Abu Ayyub al Ansari berpesan, "Makamkanlah mayatku di kaki terdepan pasukan muslim... sejauh yang kalian mampu, agar tunai janjiku kepada Rasulullah bahwa aku ingin mendengar gemerincing pedang dan derap kuda penaklukkan Konstantinopel." Yazid bin Muawiyah kemudian memakamkan mayat sahabatnya itu tepat di tembok Konstantinopel.

     Abu Ayyub al Ansari dimakamnya seolah terus menerus memanggil kaum Muslim sejak saat itu, "Mana pemuda muslim? Umurku 80 tahun dan aku terbaring disini!".

    Muslimin mewariskannya kepada generasi ke generasi tentang agungnya janji Rasulullah SAW untuk membebaskan Konstantinopel yang waktu itu adalah kota terbaik di dunia sebagai bagian bahwa Islam akan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.



REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Sebuah Peradaban Hancur?

Umat Islam pernah memiliki peradaban yang luar biasa selama berabad-abad. Bahkan   peradaban itu tidak bisa disamai oleh bangsa lain. Namun,...