Minggu, 01 Maret 2020

Relawan Pendidikan di Pelosok Negeri

Komunitas Koin Untuk Negeri, Sekolah Jejak Nusantara Relawan Ang. XXI

Tetap semangat dan jangan putus asa!
By Dedy Rizallul A.

Senyum sumringah itu masih terukir jelas pada wajah adik-adik di sana walaupun kegiatan mengajar sudah usai.

27 Februari 2020, dimana saya memulai perjalanan luar biasa menuju Desa Bonto Katute, Dusun Bololaringi Kec. Sinjai Borong Kab. Sinjai. Desa yang amat terpencil. Bisa di bilang perjalanan menuju ke desa itu cukup ekstrim. Jarak yang di tempuh dengan berkendara selama kurang lebih 6 jam dengan medan jalan tanah merah berlumpur mengharuskan perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 3 jam lamanya. 

"Mendaki gunung lewati lembah.. 🎼" adalah potongan lirik lagu yang selalu menemani perjalanan ini, entah itu judulnya apa hahaha, Tapi lirik itu bisa mendeskripsikan perjalanan ini.

Kami harus melewati jalan terjal, rusak dan berlumpur. Jalanan yang di‘awasi’ jurang cukup dalam. Hanya satu jalur jalan ada di sini. Rasa takut dan khawatir pastinya terbesit di hati. Juga harap-harap cemas karena kami berjalan pada malam hari untuk menuju ke desa ini. Alhamdulillah sekitar jam 10 malam akhirnya sampai juga di desa tersebut.

Keesokan harinya, rasa lelah karena perjalanan cukup jauh hilang sirna sudah dari para relawan setelah melihat wajah gemas dan semangat adik-adik. Wajah-wajah yang tak sabar untuk memulai pelajaran. Adik - adik di SD Al Khayrat ini berjumlah sekitar 24 orang. Kebayangkan betapa terpencilnya tempat ini?

MIS Al Khayrat, Desa Bonto Katute, Dusun Bololaringi Kec. Sinjai Borong Kab. Sinjai
Di desa Bonto Katute hanya memiliki satu sekolah itupun hanya terdiri dari satu bangunan yang dalamnya sudah terbagi dari tingkatan kelas 1 - 6 SD.
Saat melihat realita di depan mata semua yang ada hanyalah rasa iba, prihatin, dan selebihnya tanpa kata. Dengan sekolah cukup berdebu, kayu - kayu yang mulai keropos dan sepertinya tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar dan mengajar.
Hati siapa yang tak iba dan sedih saat mata menatap ke seluruh kondisi ruangan kelas. Sebagian dinding jebol, meja rusak dan berumur.

Kami beberapa kali bertanya ke adik - adik mengenai kehidupan mereka. Banyak ragam cerita di sini. Ada yang terdengar lucu namun selebihnya adalah cerita sedih yang terlontar dari adik-adik di sana.
Anak-anak kecil polos nan lugu itu bercerita tentang bagaimana kondisi dan situasi mereka di rumah. Beberapa dari mereka menempuh jarak cukup jauh untuk menuju ke sekolah dengan menggunakan seragam 'seadanya'. Begitu hebatnya mereka mengejar ilmu walau dengan kondisi tidak memadai. Ada sebagian murid yang sudah harus bekerja mencari kayu bakar bersama orang tuanya hanya untuk memenuhi rasa perut yang lapar. Cerita-cerita dari merekalah yang setidaknya membuka pikiran dan menyentuh hati para relawan Komunitas Koin Untuk Negeri.

Ada sesi di mana adik-adik wajib menulis impiannya pada kertas yang menyerupai bentuk bintang yang telah disiapkan oleh kelas inspirasi. Nantinya bintang tersebut akan ditempel di “pohon impian” yang di pasang di dinding.

Salah satu adik di desa ini bernama Iqbal, dia anak yang hiperaktif dan memiliki impian untuk menjadi seorang Astronot. Ada juga adik Ammar yang bercita - cita menjadi seorang Polisi. Alhamdulillah sebagian besar dari mereka telah memiliki impian yang tinggi.
itulah anak-anak, tak ada habisnya jika berbicara tentang rasa semangat.

Bagi Relawan komunitaskun , Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang - orang adalah tujuan mereka sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad).

Cara bahagia itu bisa di dapat kapan saja dan dimana saja. Dan ini adalah caraku bahagia, Bahagia yang di dapatkan dengan sederhana tetapi bermakna di hati.


Tetap Semangat dan jangan putus asa, assek!
Terima kasih juga kakak - kakak yang telah membersamai perjalanan ini. Barokallah fiikum 🙏 


Kegiatan Belajar Mengajar di SD Al Khayrat

Me and Ammar

3 komentar:

Bagaimana Sebuah Peradaban Hancur?

Umat Islam pernah memiliki peradaban yang luar biasa selama berabad-abad. Bahkan   peradaban itu tidak bisa disamai oleh bangsa lain. Namun,...