Halaman

Selasa, 31 Maret 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Janji di Perang Khandaq (Bagian 3)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Janji di Perang Khandaq (Bagian 3)

     Kisah ini agak mundur ke belakang. Terjadi di bulan Syawal tahun 5 H, dua tahun sebelum Rasulullah SAW mengirimkan surat kepada Kaisar Heraklius. Kisah ini digambarkan oleh Allah SWT di dalam QS. Al Ahzab dimana kelak perang ini akan dikenang sebagai salah satu peperangan yang paling sulit dalam Islam, keimanan kaum muslimin diuji, dan akhirnya orang munafik banyak yang memilih mundur, kabur atau malah kufur.

     Yapp perang ini bernama perang Khandaq (parit) atau sering juga disebut perang Ahzab (koalisi) terjadi pada tahun 5 H. Ketika itu kaum quraisy mengumpulkan 10.000 pasukan yang terdiri dari beberapa suku yaitu suku gathofan,qoinuqo,suku nadzir dan suku quraizhah. Dinamakan perang Ahzab karena kaum quraisy bersekutu dengan suku - suku munafik di madinah dan orang - orang yahudi. Mereka mengumpulkan 10.000 pasukan yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah untuk menghancurkan kaum Muslimin dan membunuh Rasulullah SAW. 

     Lalu kemudian ketika mereka mengutus pasukan ini ternyata rencana besar mereka bocor. Yang bocorin siapa? Yah dialah intelijen Rasulullah, Malaikat Jibril as. Jibril as memberi tau kepada Rasulullah bahwa 6 hari lagi akan datang 10.000 pasukan kesini untuk menghancurkan Madinah dan membunuh Muhammad, maka silahkan buat rencana serangan balik.

     Rasulullah kemudian mengumpulkan para sahabatnya. Beliau bertanya, "ada berapa pasukan?" sahabat menjawab, "Kami cuma ada 3.000 Ya Rasulullah".

Secara logika, 10.000 lawan 3.000 yang menang siapa kira - kira? 
Ya, kaum muslimin harus melawan pasukan ahzab  yang jumlahnya 10.000 yang bagi kita logikanya gak mungkin menang. Tapi Rasulullah SAW mengatakan, "Jangan khawatir, jangan putus asa. Apakah ada yang punya ide diantara kalian?". Lalu Salman Al Farisi mengangkat tangan, "Ya Rasulullah saya punya ide, kami dulu di Persia ketika melawan pasukan yang jumlahnya jauh lebih besar maka kami membuat parit dan di parit itulah kemudian kami berlindung. Kami gali tanah kemudian menaruhnya di atas sehingga mendapat tempat yang lebih tinggi. Kami tempatkan pasukan pemanah disana lalu kemudian memanah mereka walaupun kami tidak yakin sekarang bisa menang atau tidak karena perbedaan pasukan terlalu banyak Ya Rasulullah".

    Maka Rasulullah menyetujui usulan tersebut lalu memerintahkan para sahabat untuk membangun parit. Salman Al Farisi yang ahli strategi mengatakan spesifikasi parit tersebut ialah lebar 7 meter, dalamnya 5 meter dan dibuat sepanjang 8 km disebelah selatan Madinah. Parit ini dibuat sedemikian rupa supaya kuda tidak bisa lompat dan kalau jatuh tidak bisa naik lagi. 

  Dikisahkan panasnya luar biasa secara jumlah mereka kalah dan makanannya menurut salah satu riwayat, kaum muslimin disuruh menyelupkan tangannya di air kemudian tangannya yang basah diangkat lalu masukkan ke gandum, maka gandum yang menempel di tangan itulah dijilat untuk kemudian seharian. Wajar saat itu ada orang - orang yang bilang kepada Rasul, "Ya Rasulullah saya mau izin pulang dulu, Istri saya di rumah. Bukankah dalam Islam seorang suami harus mengurus istrinya?" ada juga yang mengatakan, "Ya Rasulullah saya mau pulang, anak - anak saya belum makan. Bukankah tanggung jawab seorang ayah mengurusi anaknya?". Sehingga hanya tersisa 300 orang yang bertahan di parit. Yang bersama Rasulullah pada saat itu hanya ada dua tipe orang. Pertama yang benar - benar beriman dan yang kedua yahudi yang terpaksa.

Loh, kok ada yahudi? disitu memang yahudi licik, mereka mengatakan kepada Rasulullah "Kami akan membantu karena kami warga Madinah". Dan ternyata mereka sudah kongkalikong bersama pasukan ahzab. Mereka mengatakan, "Jika kalian telah datang maka seranglah kaum muslimin dari depan. Kami akan ganggu istri dan anak - anak mereka. Kami akan ancam bunuh dan perkosa sehingga mereka tidak tenang"

اِذْ جَاۤءُوْكُمْ مِّنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ وَاِذْ زَاغَتِ الْاَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوْبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ الظُّنُوْنَا۠ ۗ ﴿الأحزاب : ۱۰﴾

(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah. (QS Al Ahzab : 10)

     Ketika Rasulullah SAW dan para sahabatnya sedang menggali parit, maka dikisahkan ada satu batu yang tidak bisa dihancurkan. Batu tersebut sangat besar. Beberapa sahabat sudah mencoba tapi tidak bisa. Salman Al Farisi kemudian memberitahukan hal ini kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah yang menghancurkannya dengan kapak sebanyak 3 kali dan bertakbir. Setiap kali Rasulullah mengayunkan kapaknya menghantam batu, muncul kilatan cahaya.

     Para sahabat yang keheranan dengan hal ini bertanya, "Kenapa engkau bertakbir dan apa kilatan sinar yang kami lihat tadi?" Rasul menjawab, "Sinar pertama aku diperlihatkan seluruh negeri syam dan negeri barat (Romawi) di tangan ummatku, sinar kedua aku diperlihatkan seluruh wilayah Persia ditangan ummatku, sedangkan sinar ketiga aku diperlihatkan seluruh Yaman ditangan ummatku".

  Saat itu Romawi dan Persia adalah dua bangsa adikuasa. Sudah barang tentu pernyataan Rasulullah ditertawakan Yahudi. Namun sebaliknya dengan para sahabat, mereka sangat gembira dengan pernyataan Rasul. Sambil membayangkan istana putih Romawi dan istana merah Persia mereka kembali melanjutkan penggalian parit, para sahabat kembali bertanya kepada Rasulullah. "Ya Rasulullah, yang mana akan kita taklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?"
"Kotanya Heraklius akan di - futuh (dibuka) terlebih dahulu (konstantinopel)," jawab Rasul. 

 Jawaban Rasul membuat para Yahudi menertawakannya, "Pantas saja muslim gila, pemimpinnya saja gila!".(Sirah Ibnu Hisyam).

 Itulah perbedaan Yahudi dengan kaum Muslimin. Yahudi perlu melihat dahulu baru meyakini, sedangkan kaum muslimin  meyakini lalu melihat. Bisyarah - kabar gembira dari Allah dan RasulNya adalah milik kaum Muslimin yang meyakininya. 

 Rasulullah kemudian melanjutkan, "Konstantinopel pasti akan ditaklukkan kalian, sebaik - baik panglima adalah panglima penaklukkan itu, dan sebaik - baiknya pasukan adalah pasukan itu."

    Perkataan  Rasulullah mengobarkan semangat kaum muslimin mulai dari sahabat, tabi'in,tabiut tabi'in berlomba dalam mencapai gelar mulia 'Al Fatih' - sang penakluk. Diantaranya Abu Ayyub al Ansari sang pemegang bendera perang Nabi (80th), Yazid bin Muawiyah, Harun Ar Rasyid, Sultan Beyazid, Sultan Murad II (Khilafah Abbasiyah). Mereka semua gagal atau gugur di depan gerbang benteng Konstantinopel.

    Abu Ayyub al Ansari yang berumur 80 tahun dan tak pernah absen dalam berjihad kecuali sekali saja. Sangat berharap dapat ikut bergabung ke dalam pasukan yang menaklukkan Konstantinopel. Namun apa daya Allah telah memanggilnya sebelum keinginannya tercapai. Akhirnya Abu Ayyub al Ansari berpesan, "Makamkanlah mayatku di kaki terdepan pasukan muslim... sejauh yang kalian mampu, agar tunai janjiku kepada Rasulullah bahwa aku ingin mendengar gemerincing pedang dan derap kuda penaklukkan Konstantinopel." Yazid bin Muawiyah kemudian memakamkan mayat sahabatnya itu tepat di tembok Konstantinopel.

     Abu Ayyub al Ansari dimakamnya seolah terus menerus memanggil kaum Muslim sejak saat itu, "Mana pemuda muslim? Umurku 80 tahun dan aku terbaring disini!".

    Muslimin mewariskannya kepada generasi ke generasi tentang agungnya janji Rasulullah SAW untuk membebaskan Konstantinopel yang waktu itu adalah kota terbaik di dunia sebagai bagian bahwa Islam akan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.



REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press
     

Kamis, 26 Maret 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Surat Kepada Kaisar (Bagian 2)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Surat Kepada Kaisar (Bagian 2)

     Teman - teman sekalian, kalau kita memahami dunia di zaman dahulu. Benar - benar dunia di zaman dahulu berbeda dengan dunia sekarang. Orang - orang mungkin mengenal peradaban yang paling unggul sekarang adalah Inggris, Amerika, Jerman, ataupun Prancis. Tapi zaman dahulu belum ada yang namanya Inggris, Prancis, Jerman terlebih lagi Amerika. Kalau kita membahas dunia pada zaman Rasulullah SAW maka sesederhana kita bisa membagi dunia itu cuma ada timur dan barat. Barat berarti Romawi dan timur adalah Persia. Romawi dan Persia senantiasa berperang satu sama lain karena memperebutkan wilayah kekuasaan dan secara politis mereka memperebutkan siapa yang dikatakan sebagai penguasa dunia.

     Sebelum turunnya QS. Ar - Rum, bangsa Romawi dikenal sebagai bangsa yang selalu kalah dalam peperangan melawan Persia. Bertahun - tahun lamanya kekalahan harus diterima Romawi yang wilayah kekuasaannya meliputi Konstantinopel, Syam, Mesir dan Afrika. Pertarungan antara dua kekuatan adidaya Romawi dengan Persia menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat Arab khususnya setelah Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Nabi terakhir. Pertarungan antara dua negara adidaya ini menjadi ajang olok - olok antara Quraisy dengan kaum muslimin. Masyarakat jahiliyah Arab senang dengan kekalahan Romawi sebab Romawi adalah bangsa yang memiliki kitab suci seperti halnya kaum muslimin.

الم (1) غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (5) وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (6) يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ (7)

Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedangkan mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. {QS : Ar Rum (1-7)]

     Maka setelah turunnya QS. Ar Rum yang menjelaskan kemenangan bangsa Romawi, kaum muslimin amat percaya diri mengatakan kepada masyarakat quraisy bahwa Romawi akan menjumpai kemenangannya. 

    Abu Bakar Ash Shiddiq berkata "Romawi pasti menang!" lalu di balas oleh Ubay bin Khalaf "Tidak benar." Abu Bakar kemudian membalas "Demi Allah, kamu lebih tidak benar lagi". Akhirnya Ubay bin Khalaf menantang Abu Bakar untuk taruhan (saat itu taruhannya 10 ekor unta). Maka Abu Bakar menerima tantangan itu dan berkata "3 tahun kedepan kita akan lihat Romawi akan menang." Begitu Abu Bakar datang kepada Rasulullah SAW kemudian menyampaikan kisah tentang Ubay bin Khalaf dan taruhannya. Rasulullah SAW mengatakan bahwa "فِي بِضْعِ سِنِينَ". Maksud perkataan Rasulullah SAW ini adalah 3 sampai 9 tahun. Jadi kalimat Bid'i dalam bahasa Arab adalah 3 sampai 9, maka dari itu kemenangan Romawi atas Persia adalah 3 sampai 9 tahun kedepan. Maka Rasulullah SAW meminta kepada Abu Bakar untuk mengubah perjanjiannya kepada Ubay. (perlu diketahui bahwa peristiwa ini terjadi sebelum turun larangan berjudi).
Abu Bakar kembali ke Ubay bin Khalaf untuk meminta diulangi akadnya. Ubay mengejek dengan mengatakan "Apakah kamu menyesal dengan pertaruhan ini?", di jawab oleh Abu Bakar "Tidak! saya akan menaikkan taruhannya menjadi 100 ekor unta tetapi beri saya waktu sampai 9 tahun". 

     Ternyata betul, Orang - orang Romawi kalah total melawan Persia. Tapi setelah beberapa lama yaitu 7 tahun menjelang (629 M) pasukan Romawi menang. Ini membuktikan bahwa ayat selalu tepat. Bahkan ketika semua orang mengatakan tidak mungkin, jika ayat mengatakan IYA maka jawabannya pasti IYA. 
Apa yang membuat Abu Bakar berani bertaruh? padahal bertaruh bukan merupakan karakter dan kebiasaan beliau. Maka sebenarnya Abu Bakar hanya ingin menyampaikan bahwa kitab suci pasti selalu benar. 
Begitu Abu Bakar menang, beliau meminta tebusan 100 ekor unta lalu dibawanya ke Rasulullah SAW. Rasulullah mengatakan "Sedekahkan semuanya". 

    Kebenaran mukjizat Al Qur'an dalam QS Ar Rum terbukti di tahun 6 H/629 M. Ada seorang pahlawan yang muncul ditengah orang - orang Romawi. Dia seorang Kaisar yang memimpin pasukannya lalu kemudian dengan gagah berani memukul mundur pasukan Persia satu persatu dan kembali merebut wilayah - wilayah yang dikuasai Persia. Ia bernama Heraklius. Kemenangan Heraklius bertepatan dengan tahun terjadinya perjanjian Hudaibiyah di Makkah. Sebuah perjanjian damai yang mengisyaratkan kemenangan awal muslimin atas kaum quraisy.

     Setelah kemenangan bangsa Romawi atas Persia, Rasulullah SAW mulai meluaskan dakwahnya, Rasul mengirimkan surat kepada para penguasa di luar wilayah Arab untuk mengenalkan agama Allah SWT. Mesir, Persia, Romawi dan daerah lainnya menjadi negara tujuan dakwah. Namun berbeda dengan sikap  penguasa Persia yang melakukan penolakan terhadap ajakan Rasulullah SAW. Kaisar Heraklius justru ingin menganalisis kebenaran surat tersebut. Nah apa isi suratnya ? 

"Bismillahirrohmanirrohim"
Dari Muhammad, hamba Allah dan utusan - Nya
Kepada Heraklius, Raja Romawi
Salaamun 'alaa manit-taba'al huda, amma ba'du
(Keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, Amma Ba'du)

Saya mengajak Anda dengan seruan Islam. Masuklah Islam, niscaya anda akan selamat. Allah akan memberikan pahala kepadamu dua kali. Jika anda berpaling (tidak menerima) maka anda menanggung semua dosa orang Arisiyin (orang - orang yang kau pimpin).

     Maka saat itu, Heraklius sangat merasa kaget kemudian ia berada dalam kebingungan. Ketika Heraklius sedang berkunjung ke wilayah Syam mengetahui kedatangan kafilah dagang Arab yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Sang kaisar segera memanggil rombongan dagang untuk mendapatkan informasi tentang kenabian Muhammad. Abu Sufyan memiliki nasab terdekat dengan Nabi dan menjawab jujur tiap pertanyaan yang dilontarkan kaisar meski ia belum menjadi muslim. 

     Dari Abdullah bin Abbas:
    Setelah Kaisar Heraklius (Raja Romawi) membaca surat Rasulullah SAW yang ditujukan  kepadanya, ia berkata, "Hadapkan kepadaku salah seorang dari kaum orang yang mengaku Nabi ini. Aku ingin bertanya tentang dia". 

Abdullah bin Abbas melanjutkan:
Abu Sufyan bercerita kepadaku bahwa ia dan orang - orang Quraisy berada di Syam untuk berdagang. Saat itu Rasulullah SAW dan orang - orang Quraisy masih sedang mengikat perjanjian damai. Lalu datanglah utusan Kaisar. Kami pun diundang bertemu raja. Kami masuk menemui kaisar. Kaisar duduk di singgasananya dengan mengenakan mahkota. Dan disekelilingnya terdapat tokoh - tokoh Kerajaan Romawi. 

Kaisar Heraklius berkata kepada penerjemahnya, "Tanyakan pada mereka, siapa yang paling dekat kekerabatannya dengan laki - laki yang mengaku Nabi itu!"
Abu Sufyan berkata, "Akulah orang yang paling dekat hubungan nasab dengannya". 
Ia bertanya, "Seberapa dekat nasabmu dengannya?"
"Dia adalah anak pamanku", jawab Abu Sufyan. "Tidak ada pada rombongan ini seorang pun dari bani Abdi Manaf kecuali aku". Kisahnya.

Kaisar Berkata, "Mendekatlah". Lalu ia memerintahkan rombonganku berada di belakangku. Lalu ia berkata kepada penerjemahnya, "katakan kepada teman - temannya, aku akan menanyai dia tentang laki - laki yang mengaku Nabi itu. Apabila ia bohong, maka katakanlah ia berbohong".
Abu Sufyan berkata, "Demi Allah, kalau bukan karena di cap sebagai pendusta, pasti aku akan berdusta saat ia bertanya tentang nabi itu. Tapi aku malu kebohonganku ini akan diingat jadi ku katakan sebenarnya".

Kemudian kaisar berkata kepada penerjemahnya, "Bagaimana nasab laki - laki itu dikalangan kalian?". "Ia adalah seorang yang memiliki nasab terhormat", jawabku.

"Apakah ada diantara kalian orang yang mengatakan kenabian ini sebelum dia?" tanyanya lagi. "Tidak ada", jawabku.

"Apakah kalian pernah menuduhnya berdusta sebelum ia mengaku Nabi?". "Tidak", jawabku.

"Apakah pengikutnya orang - orang terhormat di kaumnya ataukah orang - orang lemah?". "Pengikutnya adalah orang - orang lemah" jawabku. "Terus bertambah atau berkurang?" tanyanya lagi. "Terus bertambah", jawabku.

"Apakah ada yang murtad dari agamanya setelah mereka memeluknya?". "Tidak ada", jawabku.

"Apakah dia pernah berkhianat ?" tanyanya. "Tidak. Dan kami sekarang sedang berada dalam masa perjanjian damai dengannya, kami tidak tahu apa yang akan dia perbuat". Abu Sufyan bergumam, "Demi Allah, aku tidak dapat menyelipkan kata lain dalam jawaban selain ucapan di atas".

"Apakah ia memerangi kalian dan kalian memeranginya?". "Iya", jawabku. "Bagaimana perang kalian?" tanyanya lebih lanjut. "Perang antara kami dengannya silih berganti. Terkadang dia mengalahkan kami dan terkadang kami mengalahkannya", jawab Abu Sufyan.

"Apa yang diperintahkannya kepada kalian?" Abu Sufyan menjawab, "Ia memerintahkan kami agar menyembah Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Melarang menyembah tuhan - tuhan nenek moyang kami. Memerintahkan sholat, sedekah, menjaga kehormatan diri, memenuhi janji dan menunaikan amanah".

Setelah itu, Kaisar berkata kepada penerjemahnya:
Katakan padanya! Aku bertanya kepadamu tentang nasabnya dan engkau menjawab ia memiliki nasab terhormat. Demikianlah para Nabi. Mereka adalah orang - orang yang memiliki nasab terhormat.

Aku juga bertanya kepadamu, apakah ada sebelum dia orang yang mengatakan demikian (mengaku nabi). Engkau jawab tidak ada. Kalau ada seseorang yang mengaku sebagai nabi sebelum dia. Maka menurutku dia hanya ikut-ikutan saja.

Aku bertanya kepadamu apakah kalian pernah menuduhnya berdusta sebelum ia mengaku nabi. Engkau jawab tidak pernah. Maka aku bisa tahu, tidak mungkin orang yang tidak berdusta atas nama manusia akan berdusta atas nama Allah

Aku bertanya kepadamu apakah nenek moyangnya pernah menjadi raja. Engkau jawab tidak ada. Jika seandainya ada nenek moyangnya yang pernah jadi raja. Maka ia adalah orang yang menginginkan kerajaan nenek moyangnya (kembali ke tangannya).

Aku bertanya kepadamu apakah pengikutnya orang - orang terhormat  atau orang - orang lemah. Engkau jawab pengikutnya adalah orang - orang lemah. Demikian itulah para Nabi.

Aku bertanya kepadamu apakah pengikutnya itu terus bertambah atau berkurang. Engkau jawab terus bertambah. Demikianlah keimanan sehingga ia bisa sempurna.

Aku bertanya kepadamu apakah ada yang murtad salah seorang pengikutnya setelah memeluk agamanya. Engkau jawab tidak ada. Memang demikianlah keimanan keetika cahanya telah menyentuh hati, Tidak seorang pun membencinya.

Aku bertanya kepadamu apakah ia pernah berkhianat. Engkau jawab tidak pernah. Memang para Nabi tidak akan berkhianat.

Aku bertanya kepadamu tentang ia memerangi kalian dan kalian memeranginya. Engkau jawab demikianlah keadaannya. Peperangan antara kalian dengannya kadang dia yang menang dan kadang kalian yang menang. Begitulah para nabi. Mereka senantiasa diuji. Namun pada akhirnya merekalah yang akan menang.

Aku bertanya apa yang ia serukan. Engkau katakan ia memerintahkan agar menyembah Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Melarang menyembah tuhan-tuhan nenek moyang kalian. Memerintahkan sholat, sedekah, menjaga kehormatan diri, memenuhi janji dan menunaikan amanah. Inilah sifat seorang Nabi. Aku telah mengetahui bahwa ia akan diutus. Hanya saja aku tidak menyangka dari bangsa kalian.

Jika apa yang kalian katakan benar, maka ia akan menguasai tempat kedua kakiku berpijak ini. Dan seandainya aku tahu bahwa aku akan setia kepadanya, niscaya aku pasti akan senang bertemu dengannya. Kalau aku berada di sisinya, pasti akan aku cuci kedua kakinya.

(Al Anwar fi Syama-il an-Nabi al-Muhktar, Bab Alamat Nubuwatihi Shollallahu Alaihi wasallam, Hadits No:36).

     Tapi seolah tidak ada jalan lain bagi Heraklius sebagai bangsa yang besar dan baru saja memperoleh kemenangan tak mungkin bagi kaisar untuk menyerahkan wilayahnya kepada muslimin. Selain khawatir wibawanya akan jatuh hal tersebut tentu akan mengundang kemarahan rakyatnya. Maka kaisar Heraklius yang sudah paham akan kenabian Muhammad SAW memilih untuk menolak Hidayah Islam daripada meninggakan kekuasaannya. Beliau menolak dengan sikap santun dan penuh kelembutan serta membalas kebaikan Rasulullah SAW dengan mengirimkan hadiah yang begitu banyak bagi kaum muslimin di Madinah. Heraklius mengatakan kepada Dihya bin Khalifah al- Kalbi ra (utusan Rasulullah SAW kepada Heraklius), "Kalau bukan karena kerajaanku maka aku akan datang ke Madinah untuk aku cuci kakinya (Muhammad)".

     Rasul SAW membalas kebaikan beliau dengan mendoakan Heraklius "Semoga Allah mengabadikan kerajaannya". Dan terbukti, doa ini berbeda dengan doa Nabi kepada raja Persia, Kisra yang ketika itu merobek  - robek surat Nabi, maka Nabi mendoakan "Semoga Allah merobek - robek kerajaannya". Maka begitu kaum muslimin menaklukkan Persia, maka tak satupun kota tersisa. Tetapi Romawi semua wilayahnya bisa diambil kaum muslimin tetapi masih tersisa satu yaitu Konstantinopel.

Surat yang diduga dikirim oleh Nabi Muhammad SAW kepada Heraklius. Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Surat-surat_Muhammad_untuk_kepala_negara



REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press
    
     

     

Rabu, 25 Maret 2020

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453 - Visi Rasulullah SAW (Bagian 1)

Penaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1453

Visi Rasulullah SAW (Bagian 1)

Assalamu'alaykum Warohmatullah Wabarokatuh

     How life's guys? semoga baik - baik aja yah, pasti semua pada bosan kan karena cuma #dirumahaja 😃daripada rebahan ga karuan ayukk kita sharing di blog amatiran ini yang mungkin bisa memberikan sedikit informasi keren kepada kalian. 
    Ohiya, sesuai judul artikel di atas kita akan sedikit membahas mengenai penaklukkan Konstantinopel yang telah saya ringkas dari buku Muhammad Al Fatih karya Ust Felix. Cekkiidoottt

       Semua bangunan dalam Islam itu dimulai dari aqidah yaitu tauhid kepada Allah SWT. Maka siapapun yang meyakini Allah SWT tentu memiliki konsekuensi dan konsekuensi paling logis adalah meyakini bahwa Allah SWT menurunkan Rasul-Nya ke dunia untuk memberi tahu kepada manusia bagaimana cara untuk berIslam dengan baik dan bagaimana cara untuk menyembah kepada Allah SWT. Karena itulah bangunan di dalam Islam yang paling utama ada dua yaitu Al - Qur'an dan As Sunnah. Kedua itu merupakan sumber primer daripada ajaran Islam. 

       Sebelum membahas mengenai 29 Mei 1453, kita kembali dulu pada kisah Rasulullah SAW. Islam sangat memandang pentingnya 'visi' dalam kehidupan, pentingnya memiliki tujuan di dalam kehidupan. Andaikan tidak memiliki visi maka manusia akan menjadi manusia yang biasa - biasa saja. Dan Islam sangat mengakui bahwa bagian daripada penguat prestasi yang membuat seseorang hidupnya menjadi spesial di dunia itu karena dia memiliki visi. Visi inilah yang membedakan orang - orang biasa dan orang - orang yang istimewa.

          Kemudian ketika kita berbicara tentang visi, maka tidak ada visi yang ditanamkan lebih besar daripada visi yang ditanamkan oleh Rasulullah SAW. Visi yang diucapkan oleh Rasulullah SAW itu terjadi di tahun 5 H/627 M, berarti ini terpaut sekitar 800 tahun dari zaman Rasulullah SAW menuju kepada zamannya Sultan Muhammad Al Fatih. Ini merupakan salah satu visi Rasulullah yang bisa dieksekusi dengan baik. 

          Rasulullah SAW kala itu berhadapan dengan peradaban Persia di sebelah timur dan peradaban raksasa Romawi yang ada di sebelah barat. Sedangkan beliau membangun peradaban dari 0 di Jazirah Arab yang pada saat itu sama sekali tidak dipandang oleh Persia dan Romawi. Mereka bahkan tidak perlu susah - susah untuk mengerahkan pasukan untuk menaklukkan Jazirah Arab. Kenapa ? karena disana tidak ada sumber daya bahkan tidak ada sesuatu yang penting sehingga dibiarkan begitu saja. Inilah yang terjadi di dunia pada saat itu.

     Ketika Rasulullah SAW masih hidup, maka pusat dunia ada di Konstantinopel. Maka Konstantinopel adalah kota yang paling indah di zamannya. Mengapa? karena di zaman beliau sudah di bangun gereja Haghia Sophia (537 M) yang merupakan pusat daripada kristen orthodoks. Gerejanya sangat besar bahkan menjadi bangunan terbesar dan termewah di dunia pada masanya. Peradabannya jauh sangat berbeda dengan Jazirah Arab. 

           Bisa tidak kita bayangkan Rasulullah SAW masih hidup dan beliau berhadapan dengan kondisi seperti ini ? Ketika orang - orang membahas tentang kota yang terbaik maka mereka pasti menyebut kota Konstantinopel, Roma atau mungkin Al Madait (Ibukota Persia). Tapi dalam kondisi seperti ini, Rasulullah SAW mengucapkan satu hadits yang luar biasa. 

           Dari Abu Qubail, ia berkata : "Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amr bin al-Ash, ia ditanya : "Yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Roma ?", kemudian Abdullah meminta peti kitabnya yang masih tertutup. Abu Qubail berkata : "kemudian ia mengeluarkan sebuah kitab dari padanya. Lalu Abdullah berkata : 'Ketika kami sedang menulis di sekeliling Rasulullah SAW tiba - tiba beliau ditanya : 'Yang manakah diantara dua kota yang akan di taklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?' "Kemudian Rasulullah SAW menjawab: "Kota Heraklius akan ditaklukkan terlebih dahulu, yakni Konstantinopel."

           Menurut Husain hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan terdapat dalam Al-Mustadrak di beberapa tempat. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga disepakati oleh Al-Bani di dalam Silsilah Al Haditsish Shahihah 1/8.

            Yang membuat menarik hadits ini adalah sebuah pertanyaan yang dibahas justru ketika kaum muslimin sedang menghadapi suatu kesulitan yang sangat besar yaitu perang Khandaq atau perang Ahzab. Ya mungkin kalau pada saat itu untuk menaklukkan konstantinopel adalah suatu kemustahilan. Mengapa? Karena yang pertama bahwa mereka sedang dalam kondisi yang sangat terjepit ketika peristiwa Khandaq. Kedua, mereka secara internal tidak cukup mumpuni, tidak memiliki cukup pasukan bahkan tidak bisa mengakses konstantinopel. Ketiga, Konstantinopel terlalu kuat. 

         Bagaimana mungkin bisa menaklukkan Konstantinopel ? ini sangat diragukan, hampir dikatakan tidak mungkin. Tetapi itulah kekuatan visi. Visi adalah sesuatu yang bukan dilihat oleh mata, tetapi sesuatu yang dilihat oleh Iman. Kalau zaman sekarang orang - orang memandang visi adalah bukan dilihat oleh mata tapi dilihat oleh logika. Tapi kaum Muslimin punya penglihatan yang lebih kuat. Mereka melihat dengan keimanan, bukan hanya dengan logika yang terbatas apalagi dengan mata yang super terbatas. Maka inilah yang kekuatan visi yang akhirnya membuat kaum muslimin berprestasi sedemikian rupa lalu kemudian mereka bisa menaklukkan Konstantinopel pada saat yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. 

            Kekuatan visi yang diberikan oleh Rasulullah SAW menjadi sebuah motivasi tanpa henti untuk kelak bagi kaum muslimin meniti jalannya mewujudkan visi tersebut. Janji Allah adalah sebuah kepastian. Di zaman Rasulullah SAW ketika beliau menjanjikan suatu kehebatan atau suatu peristiwa besar kepada kaum muslimin lantas mereka meyakini itu maka mereka berubah menjadi orang - orang yang istimewa yang melakukan hal - hal yang istimewa. Mereka bisa mengubah dunia hanya karena meyakini visi yang diberikan oleh Rasulullah SAW.

         Seorang yang memiliki visi memiliki motivasi lebih besar daripada yang tidak memiliki visi. Kaum Muslimin tidak hanya memiliki visi dunia, tapi mereka dari awal sudah mengucapkan. "Asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna Muhammadurrasulullah" mereka sudah punya visi lebih daripada dunia, yaitu akhirat. Maka visi inilah yang kelak akan memperkuat aktivitas mereka di dunia. Wajar ketika seorang muslim sudah meyakini visi besarnya dia akan bertranformasi menjadi orang yang istimewa karena dia bisa melihat sesuatu dengan Imannya. Wallahu a'lam
Haghia Sophia


          

            REFERENSI : 
Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta Barat: Al Fatih Press

Minggu, 01 Maret 2020

Relawan Pendidikan di Pelosok Negeri

Komunitas Koin Untuk Negeri, Sekolah Jejak Nusantara Relawan Ang. XXI

Tetap semangat dan jangan putus asa!
By Dedy Rizallul A.

Senyum sumringah itu masih terukir jelas pada wajah adik-adik di sana walaupun kegiatan mengajar sudah usai.

27 Februari 2020, dimana saya memulai perjalanan luar biasa menuju Desa Bonto Katute, Dusun Bololaringi Kec. Sinjai Borong Kab. Sinjai. Desa yang amat terpencil. Bisa di bilang perjalanan menuju ke desa itu cukup ekstrim. Jarak yang di tempuh dengan berkendara selama kurang lebih 6 jam dengan medan jalan tanah merah berlumpur mengharuskan perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 3 jam lamanya. 

"Mendaki gunung lewati lembah.. 🎼" adalah potongan lirik lagu yang selalu menemani perjalanan ini, entah itu judulnya apa hahaha, Tapi lirik itu bisa mendeskripsikan perjalanan ini.

Kami harus melewati jalan terjal, rusak dan berlumpur. Jalanan yang di‘awasi’ jurang cukup dalam. Hanya satu jalur jalan ada di sini. Rasa takut dan khawatir pastinya terbesit di hati. Juga harap-harap cemas karena kami berjalan pada malam hari untuk menuju ke desa ini. Alhamdulillah sekitar jam 10 malam akhirnya sampai juga di desa tersebut.

Keesokan harinya, rasa lelah karena perjalanan cukup jauh hilang sirna sudah dari para relawan setelah melihat wajah gemas dan semangat adik-adik. Wajah-wajah yang tak sabar untuk memulai pelajaran. Adik - adik di SD Al Khayrat ini berjumlah sekitar 24 orang. Kebayangkan betapa terpencilnya tempat ini?

MIS Al Khayrat, Desa Bonto Katute, Dusun Bololaringi Kec. Sinjai Borong Kab. Sinjai
Di desa Bonto Katute hanya memiliki satu sekolah itupun hanya terdiri dari satu bangunan yang dalamnya sudah terbagi dari tingkatan kelas 1 - 6 SD.
Saat melihat realita di depan mata semua yang ada hanyalah rasa iba, prihatin, dan selebihnya tanpa kata. Dengan sekolah cukup berdebu, kayu - kayu yang mulai keropos dan sepertinya tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar dan mengajar.
Hati siapa yang tak iba dan sedih saat mata menatap ke seluruh kondisi ruangan kelas. Sebagian dinding jebol, meja rusak dan berumur.

Kami beberapa kali bertanya ke adik - adik mengenai kehidupan mereka. Banyak ragam cerita di sini. Ada yang terdengar lucu namun selebihnya adalah cerita sedih yang terlontar dari adik-adik di sana.
Anak-anak kecil polos nan lugu itu bercerita tentang bagaimana kondisi dan situasi mereka di rumah. Beberapa dari mereka menempuh jarak cukup jauh untuk menuju ke sekolah dengan menggunakan seragam 'seadanya'. Begitu hebatnya mereka mengejar ilmu walau dengan kondisi tidak memadai. Ada sebagian murid yang sudah harus bekerja mencari kayu bakar bersama orang tuanya hanya untuk memenuhi rasa perut yang lapar. Cerita-cerita dari merekalah yang setidaknya membuka pikiran dan menyentuh hati para relawan Komunitas Koin Untuk Negeri.

Ada sesi di mana adik-adik wajib menulis impiannya pada kertas yang menyerupai bentuk bintang yang telah disiapkan oleh kelas inspirasi. Nantinya bintang tersebut akan ditempel di “pohon impian” yang di pasang di dinding.

Salah satu adik di desa ini bernama Iqbal, dia anak yang hiperaktif dan memiliki impian untuk menjadi seorang Astronot. Ada juga adik Ammar yang bercita - cita menjadi seorang Polisi. Alhamdulillah sebagian besar dari mereka telah memiliki impian yang tinggi.
itulah anak-anak, tak ada habisnya jika berbicara tentang rasa semangat.

Bagi Relawan komunitaskun , Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang - orang adalah tujuan mereka sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad).

Cara bahagia itu bisa di dapat kapan saja dan dimana saja. Dan ini adalah caraku bahagia, Bahagia yang di dapatkan dengan sederhana tetapi bermakna di hati.


Tetap Semangat dan jangan putus asa, assek!
Terima kasih juga kakak - kakak yang telah membersamai perjalanan ini. Barokallah fiikum 🙏 


Kegiatan Belajar Mengajar di SD Al Khayrat

Me and Ammar